Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Penjualan Merosot, Nissan Tawarkan Pensiun Dini ke 1.000 Karyawan

SABTU, 23 NOVEMBER 2024 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah upayanya memangkas 9.000 pekerjaan di seluruh dunia, produsen mobil Jepang Nissan Motor dikabarkan telah menawarkan paket pensiun dini kepada sekitar 1.000 karyawannya di Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Sabtu 23 November 2024, Nissan yang memiliki sekitar 17.000 karyawan di AS per Maret, ini berarti pensiun dini yang akan berlaku akhir tahun ini diberikan kepada sekitar 6 persen dari jumlah karyawan secara keseluruhan.

Pengumuman tersebut dilakukan tidak lama setelah Nissan mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 9.000 karyawan global dan pengurangan 20 persen dalam kapasitas produksinya.


Awal bulan ini, Nissan melaporkan penurunan lebih dari 90 persen laba operasi dan laba bersih untuk periode enam bulan yang berakhir pada September 2024.

Penurunan tajam ini terutama disebabkan oleh lesunya pembelian kendaraan listrik yang sedang lesu di AS. Ini berbanding terbalik dengan naiknya permintaan kendaraan hybrid yang tidak diproduksi Nissan di negara tersebut.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya