Berita

Pengurus Koordinator Pusat BEM Nusantara/Ist

Politik

BEM Nusantara Mengecam Tragedi Fanatisme Politik Pilkada 2024

JUMAT, 22 NOVEMBER 2024 | 17:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Fenomena fanatisme politik berujung aksi kekerasan menjadi noda dalam masa kampanye Pilkada 2024. Dua peristiwa yang menyita perhatian adalah aksi kekerasan di Sampang, Jawa Timur, dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dikatakan Koordinator Pusat BEM Nusantara Arya Dewi Prayetno, aksi kekerasan berujung hilangnya nyawa patut disesalkan karena terjadi hanya karena beda pilihan politik.

"Tragedi tersebut tentu sangat memprihatinkan dan seharusnya tidak terjadi," ujar Arya kepada wartawan, Jumat, 22 November 2024.


Kata Arya, pilkada sejatinya adalah pesta demokrasi yang seharusnya menjadi momen membahagiakan, bukan malah mencekam atau memicu konflik.

Oleh karena itu, sambungnya, BEM Nusantara menegaskan pentingnya menanggalkan fanatisme dan premanisme yang dapat memicu bentrokan antar pendukung calon kepala daerah.

"Upaya ini sejalan dengan tujuan pemerintah pusat dalam asta citanya yaitu untuk memperkokoh demokrasi di Indonesia," tuturnya.

Sebagai masyarakat yang cerdas, masih kata Arya, sudah saatnya elemen bangsa menjadi pendukung dan pemilih yang dewasa, menerima perbedaan pilihan politik sebagai bagian dari ragam warna dalam demokrasi.

"Pilihan yang berbeda seharusnya tidak menghalangi persatuan, melainkan menjadi sarana untuk memilih sosok pemimpin yang benar-benar berkualitas demi kemajuan daerah dan bangsa," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya