Berita

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa/LPS

Bisnis

LPS Catat 137 Bank Tutup dalam 19 Tahun, Mayoritas BPR dan BPRS

Laporan: Jelita Mawar Hapsari
KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 13:14 WIB

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 137 bank di Indonesia tutup dalam periode 2005 hingga September 2024, atau selama 19 tahun terakhir.

Sebagian besar dari bank yang tutup ini adalah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang telah selesai menjalani proses likuidasi.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencakup BPR dan BPRS yang ditutup sejak LPS mulai beroperasi pada 2005 hingga 30 September 2024. 


"Jumlah BPR-BPRS yang telah dilikuidasi adalah 137 bank, yang terdiri dari satu bank umum, 123 BPR, dan 13 BPRS," kata Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XI DPR RI, seperti dikutip pada Kamis, 21 November 2024.

Purbaya menjelaskan bahwa penutupan bank-bank ini tidak terlepas dari masalah manajemen yang buruk. Oleh karena itu, LPS berencana membangun sistem informasi teknologi (IT) yang bisa dimanfaatkan oleh BPR dan BPRS untuk memonitor manajemen mereka. 

Sistem IT ini, menurut Purbaya, akan mengadopsi teknologi canggih dan akan dikelola serta dipelihara oleh LPS secara gratis agar BPR/BPRS bisa lebih bersaing dengan bank komersial dan fintech.

"Kita ingin membangun sistem IT untuk BPR/BPRS dan sudah ada anggaran untuk tahun ini guna penilaian visibilitasnya. Tahun depan, kita akan mulai dengan pilot project," tambah Purbaya.

Pada tahun 2024, LPS juga mencatatkan bahwa hingga triwulan III 2024, terdapat 15 BPR-BPRS yang izin usahanya dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, 17 BPR-BPRS masih dalam proses likuidasi, termasuk dua bank yang baru ditambahkan dari tahun lalu. 

Purbaya menyebutkan bahwa pada 2024, LPS berhasil menyelesaikan proses penyehatan terhadap BPR Indramayu yang sebelumnya berada dalam resolusi OJK dan kini telah kembali menjadi bank normal pada Mei 2024, berkat kerjasama antara LPS dan OJK.

Selain itu, LPS juga menyelesaikan likuidasi dua BPR pada 2024, yakni BPR Pasar Umum dan BPR Persada Guna, dengan waktu penyelesaian yang efisien, rata-rata hanya 15 bulan.

Purbaya juga menyampaikan bahwa LPS berhasil meningkatkan efisiensi dalam pembayaran klaim kepada nasabah yang menyimpan di bank yang izin usahanya telah dicabut. 

Hingga triwulan III 2024, pembayaran klaim pertama kali dan sebagian besar simpanan yang layak bayar dapat diselesaikan dalam waktu rata-rata 5 hari kerja setelah pencabutan izin usaha BPR/BPRS.

"Ini lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dan kami berharap ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan," ujar Purbaya.

Dia juga menekankan bahwa LPS kini berusaha mengubah citranya yang sebelumnya dikenal sebagai "malaikat maut", di mana kedatangan LPS selalu dianggap sebagai tanda kehancuran bank. 

Sekarang, LPS ingin dikenal sebagai sahabat nasabah. 

"Sekarang kami menjadi sahabat nasabah. Kalau LPS datang, uang nasabah aman," pungkas Purbaya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya