Berita

Ilustrasi IHSG/Ist

Bisnis

Shin Pesta Besar, IHSG Malah Kartu Merah

KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 09:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

SENTIMEN gembira hinggap di seantero negeri usai Timnas Indonesia sukses menaklukkan Arab Saudi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Shin Tae-Young pelatih pujaan sudah barang tentu sangat berjasa menghadirkan kegembiraan kali ini.

Namun sayangnya, pesta besar dari kancah sepakbola gagal mengangkat optimisme di kalangan pelaku pasar di bursa saham. Sikap optimis sempat muncul di awal sesi perdagangan pagi hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat moderat.

Secara perlahan dan pasti IHSG kemudian beralih ke zona merah untuk menapak zona penurunan moderat secara konsisten hingga sesi perdagangan sore. IHSG akhirnya menutup sesi Rabu 20 November 2024 dengan turun 0,21 persen dan singgah di 7.180,33. IHSG seakan sedang apes terjebak 'kartu merah' di zona penurunan.


Optimisme investor terlihat sangat rapuh usai mampu mencetak lonjakan signifikan pada sesi perdagangan kemarin. Sementara dari sentimen global dan regional yang mengiringi, jauh dari meyakinkan untuk mempertahankan sikap optimis pelaku pasar. 

Gerak positif IHSG akhirnya terkesan kena 'kartu merah' dengan jatuh di zona penurunan. Rilis dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan besaran suku bunga di kisaran 6 persen membuat IHSG sedikit mengikis pelemahan. Namun IHSG masih kesulitan beralih ke zona hijau.

Laporan lebih rinci menunjukkan, kinerja saham-saham unggulan yang bervariasi dan cenderung berada di rentang terbatas pada sesi kali ini. Tiga saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan masih mampu mencetak kenaikan: BBCA, ASII dan UNTR.

Sedangkan sejumlah besar saham unggulan lain kembali terpeleset turun, seperti: BMRI, TLKM, BBRI, ADRO, SMGR, ITMG, ICBP dan ISAT. 

Laporan terkait memperlihatkan, kinerja tiga saham dari kelompok konglomerasi Aburizal Bakrie yang kembali merosot setelah terpangkas tajam pada sesi perdagangan kemarin. Namun dominasi dari saham-saham group Bakrie kali ini tak terlihat mencolok.

Saham BUMI tercatat menutup sesi dengan turun 2 persen di Rp147, sedangkan BRMS turun 0,45 persen di Rp434 dan DEWA berbalik melonjak  7,96 persen di Rp122.

Secara keseluruhan, sikap optimis pelaku pasar terlihat sulit bertahan di tengah kepungan sentimen keraguan yang sedang menaungi pasar global. Laporan.yang beredar menyebutkan, bursa saham utama Asia yang bergerak bervariasi dalam menutup sesi pertengahan pekan ini.

Indeks Nikkei (Jepang) berakhir dengan melemah 0,16 persen di 38.352,34. Pelaku pasar di Tokyo mendapatkan suntikan sentimen positif dari rilis kinerja ekspor negeri itu yang tumbuh 3,1 persen untuk Oktober lalu atau jauh melebihi ekspektasi pasar. Namun sentimen kejutan tersebut gagal menyelamatkan Indeks dari jurang merah.

Kinerja merah juga terjadi di bursa saham Australia, di mana Indeks ASX200 melemah 0,57 persen di 8.326,3 setelah konsisten menjejak rentang terbatas di sepanjang sesi perdagangan. Gerak positif hanya terjadi di Korea Selatan dengan Indeks KOSPI menanjak 0,42 persen di 2.482,29.

Bervariasi nya indeks di Asia kali ini sekaligus mencerminkan keraguan yang hinggap akibat pola identik yang terjadi sebelumnya di sesi perdagangan Wall Street. Indeks Wall Street kembali mencetak gerak mixed dalam menutup sesi perdagangan sebelumnya, di tengah minimnya sentimen yang tersedia.

Indeks DJIA terpeleset turun 0,28 persen dengan menutup di 43.268,94, sedang Indeks S&P500 naik moderat 0,4 persen di 5.916,98, dan indeks Nasdaq melonjak tajam 1,04 persen di 18.987,47. 

Laporan terkait menunjukkan, investor di Wall Street yang mencoba mengandalkan sentimen positif dari kebijakan yang akan diambil pemerintahan Trump menyangkut produk otomotif driverless. Namun sentimen tersebut tak cukup solid untuk meyakinkan pelaku pasar.

Gerak IHSG yang konsisten menjejak di rentang terbatas, sangat seiring dengan situasi yang melingkupi di pasar global. 

Investor kini mencoba bertaruh pada rilis neraca transaksi berjalan yang akan dilakukan pada sesi perdagangan Kamis besok untuk menentukan arah gerak IHSG lebih jauh.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya