Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Kontennya Digunakan ChatGPT, Kantor Berita India Gugat OpenAI

RABU, 20 NOVEMBER 2024 | 15:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan teknologi OpenAI kembali tersandung masalah hukum terkait chatbot buatannya, ChatGPT.

Dikutip dari Reuters, Rabu 20 November 2024, perusahaan teknologi AS itu digugat kantor berita India ANI di pengadilan New Delhi, dengan tuduhan menggunakan konten yang diterbitkannya tanpa izin untuk membantu melatih chatbot kecerdasan buatan.

Sidang pertama dalam kasus ini berlangsung di Pengadilan Tinggi New Delhi pada Selasa, 19 November 2024, di mana hakim mengeluarkan pemberitahuan kepada OpenAI untuk memberikan tanggapan terperinci atas tuduhan ANI.


Dalam sebuah pernyataan, ANI mengatakan pengadilan diharuskan untuk memutuskan keabsahan penggunaan konten milik publik yang tersedia oleh platform AI.

ANI juga menuduh layanan OpenAI mengaitkan berita-berita palsu dengan publikasi tersebut, menurut pengajuan pengadilan tertanggal Senin, yang salinannya ditinjau oleh Reuters

Dokumen pengadilan tersebut berisi email yang dikirim oleh pengacara OpenAI di India kepada ANI yang menyatakan bahwa situs web kantor berita India itu telah dimasukkan ke dalam daftar blokir internal sejak September, yang menghentikan penggunaan kontennya dalam pelatihan model AI di masa mendatang.

Namun, ANI berpendapat bahwa karya yang diterbitkannya "disimpan secara permanen dalam memori ChatGPT dan tidak ada penghapusan terprogram.

"Kami membangun model AI kami menggunakan data yang tersedia untuk umum, dengan cara yang dilindungi oleh penggunaan wajar dan prinsip-prinsip terkait, dan didukung oleh preseden hukum yang telah lama berlaku dan diterima secara luas," kata OpenAI sebagai tanggapan.

Tuntutan hukum serupa kepada OpenAI pernah terjadi di AS, dan dilakukan oleh surat kabar terkemuka termasuk New York Times dan Chicago Tribune.

OpenAI dan perusahaan teknologi lainnya telah menghadapi gelombang tuntutan hukum oleh para penulis , seniman visual, penerbit musik, dan pemilik hak cipta lainnya karena diduga mengeksploitasi karya mereka tanpa izin. OpenAI telah membantah adanya pelanggaran hak cipta.

Dalam pernyataannya, OpenAI mengatakan bahwa pihaknya terlibat dalam kemitraan dengan banyak organisasi berita di seluruh dunia dan mengadakan pembicaraan untuk mengeksplorasi lebih banyak peluang seperti itu, termasuk di India.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace, Ingin Konflik Palestina Diselesaikan PBB

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:18

Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Perabot dan Ekonomi hingga Rp8 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:56

KPK Panggil Petinggi PT Niogayo Bisnis Konsultan terkait Suap Pajak

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:36

Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya di KPK Dijadwal Ulang

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:24

Pajak: Gelombang Protes dan Adaptasi Kebijakan Pusat

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:20

Tujuh Jukir Liar di Pasar Tanah Abang Diamankan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:17

Tiga Bos Swasta di Kasus Korupsi Proyek Kantor Pemkab Lamongan Dipanggil KPK

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15

Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:07

Sembako Diaspora Malaysia untuk Warga Aceh Tertahan di Bea Cukai

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:02

85 Negara Anggota PBB Kecam Upaya Israel Ubah Status Tanah Tepi Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:54

Selengkapnya