Berita

Ilustrasi/Techspot

Bisnis

Hadapi Kemungkinan Tekanan Trump, Tiongkok Tingkatkan Produksi Semikonduktor Nasional

RABU, 20 NOVEMBER 2024 | 13:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran akan meningkatnya tekanan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump dipercaya telah ikut mendorong peningkatan produksi semikonduktor oleh produsen dalam negeri Tiongkok.

Hal itu tersirat dari pernyataan Wang Shijiang, pejabat senior di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi saat menghadiri Pameran Semikonduktor Internasional Tiongkok, atau IC China, baru-baru ini. 

“Kapasitas Tiongkok untuk memasok produk semikonduktor telah meningkat secara signifikan, dan perusahaan-perusahaannya jelas menjadi lebih kompetitif,” kata Wang, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Rabu 20 November 2024.


Chen Nanxiang, ketua pembuat memori terkemuka Yangtze Memory Technologies (YMTC), memperingatkan tentang “perubahan dan risiko” dalam lingkungan global dalam mengantisipasi pengetatan pembatasan teknologi Amerika terhadap Tiongkok.

“Industri ini akan bekerja sama sebagai satu kelompok untuk mengatasi tantangan bersama kita,” kata Chen.

YMTC merupakan salah satu dari sekitar 500 perusahaan yang memamerkan produknya di IC China. Perusahaan lain termasuk raksasa perangkat keras telekomunikasi Huawei Technologies, pelanggan utama sektor semikonduktor Tiongkok.

Tiongkok telah berupaya memperluas produksi semikonduktor di tengah persaingannya dengan AS, awalnya dengan fokus pada produk yang tidak memerlukan teknologi mutakhir. 

Data dari perusahaan riset Kanada TechInsights menunjukkan tingkat swasembada semikonduktor Tiongkok meningkat dari sekitar 14 persen pada tahun 2014 menjadi 23 persen pada tahun 2023 dan diperkirakan akan mencapai 27 persen pada tahun 2027.

Pembatasan AS mencegah Tiongkok mengimpor peralatan litografi ultraviolet ekstrem, yang dibutuhkan untuk memproduksi chip dengan simpul yang lebih kecil. Namun, para pemain Tiongkok telah berupaya untuk meningkatkan fungsionalitas chip mereka dengan cara lain, seperti dengan melapisinya. 

"Persaingan Tiongkok-Amerika akan mempercepat pertumbuhan perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam jangka panjang," kata seorang analis industri.

Pasar semikonduktor Tiongkok diperkirakan akan tumbuh 50 persen lagi pada tahun 2027 menjadi hampir 200 miliar Dolar AS. 

"Tiongkok dapat mencapai kemajuan besar ke arah yang berbeda dari yang telah dicapai AS," kata seorang eksekutif di cabang lokal pembuat peralatan luar 
negeri.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya