Berita

Logo FC Barcelona/Net

Publika

Koperasi FC Barcelona

Oleh: Suroto*
SENIN, 18 NOVEMBER 2024 | 03:59 WIB

MUNGKIN anda adalah penggemar FC Barcelona atau Barça, klub sepak bola terkaya se-dunia. Pendapatan bersih tahunan klub itu sekitar 7,5 triliun dolar AS. Mereka juga tercatat sebagai salah satu klub sepak bola yang sukses di lapangan.

Hingga kini, Barcelona telah memenangkan 26 La Liga, 30 Copa del Rey, 13 Super Copa del Espana, 3 Copa Eva Duarte, dan 2 piala Copa de La Liga, serta menjadi pemegang rekor untuk empat kompetisi terakhir. Mereka telah memenangkan 5 Liga Champions, rekor 4 Piala Winners UEFA, 5 Piala Super UEFA, dan tiga rekor Piala Dunia Antarklub FIFA. Mereka juga memenangkan rekor 3 Piala Inter-Cities Fairs—pendahulu Piala UEFA/Liga Eropa.

Slogannya dalam bahasa Catalan, Més que un club! (lebih dari sekadar klub). Benar, mereka memang bukan sekadar klub. Klub sepak bola Barcelona bukan milik segelintir investor, tetapi masyarakat luas, termasuk fans klub ini. Barça memiliki penggemar hingga 160 juta orang yang tersebar di seluruh dunia. Didirikan pada 1899 di Barcelona, pemiliknya berjumlah sekitar 180 ribu orang yang memiliki hak suara yang sama dalam menentukan arah kebijakan klub. 


Salah satu filosofi yang ditanamkan sejak dini kepada anak-anak adalah “bermain jujur dan fair” di lapangan hijau. Mereka adalah anggota koperasi bukan hanya dari cabang sepak bola saja, tetapi juga dari 13 cabang olahraga lainnya, seperti basket, hoki, dan lain lain. Itu adalah sebuah “perusahaan olahraga” terbesar dunia. 

Masih ingatkah mundurnya Josep Maria Bartomeu atas desakan mosi tidak percaya fans Barça belum lama ini? Itu karena koperasi. Dalam statuta koperasi mereka tegas disebut bahwa seorang presiden klub sekalipun bisa saja diganti bila tidak disetujui oleh 20 persen anggota klub. Jadi Bartomeu mengundurkan diri sebelum dipastikan akan dipecat dalam rapat Dewan Pengurus koperasi. Itulah demokrasi koperasi. 

Klub tersebut, sebagaimana organisasi koperasi yang berhasil di seluruh dunia, menerapkan prinsip-prinsip kerja koperasi, misalnya, keanggotaan terbuka dan sukarela. Siapa pun dapat menjadi anggota, baik tua, muda, lelaki atau perempuan. Biaya keanggotaan untuk orang dewasa sekitar 165 dolar AS atau 2,5 juta rupiah. 

Setiap anggota dapat menjadi direksi atau pengurus, termasuk presiden dewan direksi. Mereka memiliki hak penuh untuk memilih dan dipilih dalam sebuah rapat anggota. Pengawasan secara partisipatoris anggota juga dijamin. Setiap anggota berhak secara aktif mengawasi manajemen dan keuangan klub, seperti harga tiket, biaya keanggotaan, penjualan dan pemasaran barang dagangan/cendera mata, dan lain-lain. 

Klub itu jarang mengundang sponsor untuk menjaga independensi dan juga sebagai bentuk tanggung jawab untuk membawa misi transformasi sosial menghadapi korporasi kapitalis. Mereka secara rutin menyisihkan hasil pendapatan klub sebesar 0,7 persen untuk anak-anak seluruh dunia melalui Yayasan Klub Barcelona kerja sama dengan UNICEF. Mereka juga secara rutin menyumbangkan 1,5 juta Euro setiap tahun kepada UNICEF dan menampilkan logo salah satu organisasi PBB ini dalam kaos seragam bergaris-garis biru marun dan ikonik tim.

Kapan kita bisa bergotong royong membangun koperasi klub olahraga kita? Masih adakah gotong royong itu dalam diri kita? Ataukah kita lebih menyukai slogan dan jargon ketimbang tindakan?

*Penulis adalah Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR)

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya