Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Muslim AS Nyesel Pilih Trump, Kabinet Dipenuhi Pejabat Pro-Israel

MINGGU, 17 NOVEMBER 2024 | 14:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekecewaan dirasakan oleh warga Muslim Amerika Serikat setelah mengetahui presiden yang dipilihnya, yakni Donald Trump menempatkan banyak pejabat pro-Israel dalam susunan kabinet.

Seorang investor Philadelphia, Rabiul Chowdhury yang mengepalai kampanye “Abandon Harris” di Pennsylvania dan mendirikan “Muslims for Trump”, mengaku tidak senang dengan keputusan Trump untuk mengangkat para tokoh yang memiliki kebijakan keras terhadap Palestina.

“Trump menang karena kami dan kami tidak senang dengan pilihannya sebagai Menteri Luar Negeri dan yang lainnya,” ujarnya, seperti dimuat Anadolu Ajansi pada Minggu, 17 November 2024.


Menurut sejumlah pengamat politik, kampanye “Muslims for Trump” telah membantu Trump memenangkan Michigan dan mungkin menjadi faktor dalam kemenangan negara bagian yang masih belum jelas.

Direktur eksekutif American Muslim Engagement and Empowerment Network (AMEEN), Rexhinaldo Nazarko mengatakan para pemilih Muslim berharap Trump akan memilih pejabat Kabinet yang bekerja untuk perdamaian, dan tidak ada tanda-tanda itu.

"Kami sangat kecewa. Tampaknya pemerintahan ini dipenuhi oleh kaum neokonservatif dan orang-orang yang sangat pro-Israel dan pro-perang, yang merupakan kegagalan Presiden Trump, terhadap gerakan pro-perdamaian dan anti-perang," kata dia.

Nazarko mengatakan masyarakat akan terus mendesak agar suaranya didengar setelah mengumpulkan suara untuk membantu Trump menang.

Trump memilih senator Republik, Marco Rubio, pendukung setia Israel sebagai Menteri Luar Negeri.

Awal tahun ini Rubio mengatakan bahwa ia tidak akan menyerukan gencatan senjata di Gaza, dan ia yakin Israel bisa menghancurkan Hamas hingga ke akarnya.

Trump juga mencalonkan Mike Huckabee, mantan Gubernur Arkansas dan konservatif pro-Israel, duta besar AS berikutnya untuk Israel.

Huckabee mendukung pendudukan Israel di Tepi Barat dan menyebut solusi dua negara di Palestina tidak dapat dilaksanakan.

Kemudian Trump memilih Perwakilan Republik Elise Stefanik sebagai Dubes AS untuk PBB. Dia menjadi kontroversial setelah menyebut PBB sebagai kolam anti-Semitisme.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya