Berita

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast/Net

Presisi

Beredar Surat Kaleng Berisi Teror Bom di Acara Wisuda Universitas Parahyangan

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 10:49 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Beredar surat kaleng diduga berisi ancaman teror bom yang ditujukan pada Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 15 November 2024.

Dalam selembar surat kaleng yang diterima redaksi,  teror bom akan dilakukan pada serangkaian acara Wisuda dari tanggal 15 November 2024 sampai 17 November 2024.

"Kami menyembunyikan beberapa Bom Panci dan Bahan Peledak Plastik lainnya dalam ruang Auditorium Lt.2 Pusat Pembelajaran Arntz-Gelse, dan kami akan meledakkan ruang tersebut, jika acara tersebut terlaksana," bunyi isi surat tersebut.


Masih dalam isi surat, peneror juga meminta acara dibatalkan dan pihak kampus untuk tidak menghubungi polisi.

"Anda hanya punya satu pilihan: Segera batalkan acara tersebut beserta segala kegiatan yang berhubungan dengannya kedepan, dan JANGAN harap berani melakukan penggeledahan, pemindaian, atau lebih parah, menghubungi aparat kepolisian/keamanan lainnya. Segala upaya lain dar? disebut akan memiliki konsekuensi," isi surat tersebut. 

Rupanya surat tersebut diduga kuat dibuat pada tanggal 7 November 2024, di Astana Anyar oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menyikapi hal ini, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast memastikan tidak ada teror bom yang dimaksud dalam surat tersebut.

"Tidak ada ternyata. Sudah disterilisasi Tim Jihandak tidak ditemukan," kata Jules saat dikonfirmasi redaksi pada Jumat ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya