Berita

Menlu RI, Sugiono hadir di pertemuan tingkat menteri APEC di Lima, Peru pada Kamis, 14 November 2024 waktu setempat/Kemlu RI

Dunia

Menlu Sugiono Dorong APEC Pimpin Ekonomi Digital Global

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 09:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono hadir dalam pertemuan tingkat menteri Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Lima, Peru, Kamis, 14 November 2024.

Dalam kesempatan itu Menlu menekankan bahwa Asia-Pasifik merupakan rumah bagi beberapa ekonomi digital dan pusat inovasi termaju di dunia. Kendati demikian, terdapat kesenjangan digital yang mengancam ketertinggalan jutaan orang.

"Lebih dari 1,7 miliar orang di Asia Pasifik tidak memiliki akses internet dan hampir 70 persen pekerja di negara berpendapatan rendah dan menengah tidak memiliki keterampilan digital dasar, yang membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi digital," paparnya.


Menurut Menlu, dengan menjembatani kesenjangan digital maka seluruh negara di Asia-Pasifik akan memiliki potensi signifikan untuk memimpin inovasi digital.

Dia mendorong agar seluruh pihak di APEC saling merangkul dan bekerja sama menjadi pemimpin global dalam ekonomi digital.

"Satu tujuan yang harus dikejar: kita harus memastikan bahwa Asia-Pasifik dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi digital," tegas Sugiono.

Menlu menilai inovasi dan digitalisasi bukan sekadar alat; keduanya adalah mesin transformasi ekonomi. Itu mengapa Indonesia bercita-cita untuk bergabung dengan lima ekonomi teratas dunia pada tahun 2045.

"Di Indonesia, kami menyadari bahwa membangun infrastruktur digital yang kuat adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan ini. Tanpa akses yang adil ke teknologi digital, peluang ekonomi tetap terkonsentrasi di kalangan yang memiliki hak istimewa, yang akan memperdalam kesenjangan," kata Menlu.

Kemudian Menlu Sugiono juga menyoroti penanganan terhadap peran perempuan yang masih terbatas dalam kerja digital. Dikatakan bahwa Indonesia terus berusaha menjembatani kesenjangan ini dengan menyediakan akses yang terjangkau ke perangkat, pelatihan keterampilan, dan strategi inklusif pada perempuan.

"Indonesia telah menerapkan kebijakan yang responsif gender. Dengan memprioritaskan upaya ini, kita dapat memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari jenis kelamin atau latar belakangnya, dapat berkembang baik dalam ekonomi formal maupun global," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya