Berita

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani/Ist

Nusantara

Rawan Disalahgunakan, KJP Dievaluasi untuk Program Sekolah Gratis

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 03:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DPRD DKI Jakarta memastikan Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tetap dilanjutkan saat program sekolah gratis untuk negeri maupun swasta pada Juli 2025.

Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Rany Mauliani mengatakan, sistem penerimaan KJP harus dievaluasi agar penerima manfaat tepat sasaran.

“KJP tidak dihapus, hanya saja kita evaluasi. Supaya kasuistik yang terjadi selama ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” kata Rani dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Jumat 15 November 2024.


Evaluasi terhadap KJP terkait rencana Program Tambahan Biaya Sekolah (TBS) yang sudah ditetapkan bersama Dinas Pendidikan, yakni sebesar Rp1,5 triliun.

TBS diperuntukan sebagai penunjang kebutuhan biaya siswa sekolah. Seperti bantuan seragam sekolah, sepatu, topi sekolah, dan peralatan sekolah lainnya.

Selama ini, kata Rany, penerima KJP yang sudah berjalan banyak disalahgunakan oleh segelintir oknum orangtua siswa.

Bahkan, banyak siswa penerima manfaat juga yang terlibat kasus tawuran hingga perundungan di sekolah.

“KJP sebenarnya haknya ada di murid yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga. Jangan sampai jadi salah keluarga yang memanfaatkan hak anak murid,” kata Rany.

Ke depan, tambah politikus Partai Gerindra itu, sekolah gratis masih akan dikaji supaya menuai hasil yang lebih baik.

Pemprov DKI, menurut Rany, perlu menyiapkan kajian dan klasifikasi secara rinci terkait pelaksanaan Program Sekolah Swasta Gratis.

Terlebih lagi, tidak semua sekolah swasta bekerjasama dengan Pemprov DKI. Bagi sekolah swasta perlu dilakukan pendalaman lewat komunikasi intensif.

“Karena rata rata sekolah swasta itu di bawah naungan yayasan. Kalau dibilang mereka rela nggak? Kan belum tentu rela,” kata Rany.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya