Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rakyat Jangan Dijadikan Penonton, Harus Ikut Dilibatkan dalam Pembentukan Danantara

RABU, 13 NOVEMBER 2024 | 09:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah berencana membentuk Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebuah lembaga baru yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. 

BPI Danantara digadang-gadang sebagai cikal bakal super holding BUMN yang akan mengelola investasi dan aset-aset strategis milik negara.

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (Akses), Suroto, menyambut positif rencana ini. Namun ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif rakyat dalam kepemilikan dan pengawasan BUMN. 


"Jangan justru hanya jadikan rakyat sebagai penonton. Rakyat banyak harus dipastikan punya saham langsung di BUMN," jelas Suroto kepada RMOL, Rabu 13 November 2024.

Ia mengingatkan bahwa aset BUMN saat ini mencapai Rp 10.300 triliun. Dengan pembentukan super holding, ia berharap agar aset tersebut tidak menyusut, dan manfaatnya tetap dirasakan rakyat.

Menurut Suroto, BPI Danantara seharusnya diatur dalam regulasi setingkat Undang-Undang, bukan hanya Peraturan Presiden, untuk memperkuat posisi hukum lembaga ini.

"Badan Usaha Milik Negara itu kuasanya ada di tangan rakyat, bukan di tangan pemerintah. Ini diatur dalam Konstitusi kita," tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya