Berita

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam kegiatan daring Indonesia Fact-Checking Summit 2024/Istimewa

Bawaslu

Bawaslu Ajak Masyarakat Aktif Laporkan Misinformasi, Hoax, dan Politisasi SARA

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 12:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024. Terutama terkait misinformasi, berita bohong atau hoax, dan politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang muncul di masyarakat. 

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja menjelaskan, tahapan kampanye merupakan momentum bagi seluruh kontestan untuk meyakinkan publik dan memaksimalkan segala upaya untuk meningkatkan elektabilitas dengan membangun citra diri serta visi, misi, dan program kerjanya.

Namun ada catatan yang diungkap Bagja. Di mana terdapat cara-cara tidak bertanggung jawab dalam kampanye pemilihan, berupa penyebaran informasi yang diduga masuk kategori pelanggaran. 


"Yaitu penggunaan politisasi SARA, ujaran kebencian, dan hoax, untuk saling menyerang pribadi pasangan calon. Tujuannya untuk mencari keuntungan di situasi yang kacau, untuk menumbuhkan dan menurunkan partisipasi, keyakinan, pendukung pasangan calon lain," ujar Bagja dalam keterangan tertulis di laman bawaslu.go.id, pada Senin, 11 November 2024.

Cara-cara kampanye hitam tersebut, menurut Anggota Bawaslu RI dua periode itu, jelas merusak tatanan demokrasi yang jujur dan adil. 

Lebih lanjut, dia juga memandang intensitas penggunaan media sosial untuk kampanye semacam itu saat ini masih masif, sehingga apabila tidak dicegah akan meningkatkan potensi polarisasi di tengah masyarakat.

“Ini terbukti pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2019. Dan bahkan hal tersebut mengancam keamanan dan disintegrasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambungnya. 

Oleh karena itu, Bagja berharap kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi yang benar dapat dilakukan, demi mengisi kualitas demokrasi dalam konteks pemilihan dengan cara kolaborasi bersama.

“Mari terlibat aktif melakukan pengawasan melalui pengawasan partisipatif, serta memperluas pendidikan politik kepada masyarakat yang benar," imbau Bagja. 

"Laporkan kepada kami dalam hal terdapat dugaan pelanggaran pemilihan yang dalam bentuk misinformasi, hoax, dan politisasi SARA di media sosial," tutup Bagja. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya