Berita

Kapal penyapu ranjau milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang Ukushima, kiri, disemprot air dari kapal Penjaga Pantai Jepang setelah terjadi kebakaran saat kapal itu berada di lepas pantai Munakata, Prefektur Fukuoka pada hari Minggu, 10 November 2024/Net

Dunia

Kapal Militer Jepang Terbakar, Satu Personel Hilang

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 10:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Terjadi kebakaran di kapal Pasukan Bela Diri Jepang (JMSDF), mengakibatkan satu personel Angkatan Laut Jepang hilang dan lainnya terluka pada Minggu malam, 10 November 2024.

Mengutip laporan NHK, Sersan Kelas Tiga Koga Tatsunori, 33 tahun, masih hilang sementara awak kapal lainnya berusia 20-an dibawa ke rumah sakit karena menghirup asap.

"Saat kebakaran terjadi, keduanya tengah bertugas di ruang mesin," ungkap laporan tersebut.


Dikatakan bahwa kebakaran terjadi di kapal penyapu ranjau Ukushima, sebuah kapal perang kecil dengan 40 awak di dalamnya, yang berlayar di lepas pantai Prefektur Fukuoka.

Awak kapal dievakuasi ke kapal lain karena kebakaran membuat Ukushima tidak dapat berlayar sendiri.

JMSDF dan Penjaga Pantai Jepang tengah berupaya memadamkan api. Upaya pemadaman kebakaran dan penyelamatan masih berlangsung karena api belum padam hingga pukul 7 malam waktu setempat.

Laksamana Akira Saito mengatakan kebakaran terjadi di ruang mesin Ukushima dan beberapa suara ledakan terdengar, tetapi penyebabnya sedang diselidiki.

Dijelaskan Saito, kapal penyapu ranjau itu sedang dalam perjalanan ke tenggara Kyushu untuk latihan perang ranjau minggu depan.

"Ukushima mungkin tenggelam jika api terus menyala," kata Saito seraya mengatakan bahwa kapal KMSDF sebelumnya tidak pernah tenggelam karena kebakaran.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya