Berita

Pandu Sjahrir bersama Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Keponakan Luhut Mau Masuk BP Danantara, Warganet: Yah Dia Lagi

SABTU, 09 NOVEMBER 2024 | 14:26 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Manuver Pandu Patria Sjahrir yang dikabarkan masuk sebagai pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) menuai sorotan. Keponakan Luhut Binsar Pandjaitan ini diragukan kapasitasnya untuk mengelola badan yang diproyeksikan menjadi superholding BUMN tersebut.

Kabar masuknya Pandu Sjahrir ini pun ramai disuarakan warganet di media sosial Instagram. Terpantau di Instagram RMOL, kebanyakan warganet meragukan kapasitas Wakil Presiden Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) ini. 

"Loh jangan sampe lah, dana yang begitu besar harus orang yang kredibel atau loyalis Prabowo lah," kritik akun Qurrota Ayunin dikutip Sabtu, 9 November 2024.


Warganet lain menilai, rencana pembentukan BP Danantara cukup baik karena akan bertugas untuk mengonsolidasikan berbagai aset milik perusahaan BUMN yang ditaksir mencapai Rp9 triliun.

"Rencana yang tepat tapi jika dikelola oleh orang yang salah, maka akan menghancurkan negara. Pilihlah secara profesional, jangan karena a atau b, lihat juga track record-nya ke belakang," balas akun Neta Alindri.

Komentar menggelitik juga disampaikan warganet lantaran sosok Pandu Sjahrir masih berstatus sebagai keluarga Luhut. Luhut sebelumnya dikenal dengan julukan 'Menteri Segala Urusan' di era pemerintahan Joko Widodo karena banyak mengambil peran di banyak kementerian. 

"Yah dia lagi," komentar Aida Ahmad.

Prabowo sebelumnya menjadwalkan peresmian BP Danantara pada Kamis, 7 November 2024 namun akhirnya ditunda.

Dikabarkan, Prabowo menunjuk Rosan P Roeslani sebagai Chairman BP Danantara, sementara CEO BP Danantara diberikan kepada Muliaman D Hadad.

Nantinya, BP Danatara bakal mengonsolidasikan 7 BUMN besar dan mengelola asset under management (AUM) sebesar 600 miliar Dolar AS atau sekitar Rp9.504 triliun (asumsi kurs Rp15.840 per Dolar AS).

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya