Berita

Ilustrasi/Save the Children

Dunia

Lepas Rindu, Anak Korban Perang Gaza Tidur di Makam Ibunya Setiap Malam

SABTU, 09 NOVEMBER 2024 | 14:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang berkepanjangan Israel di Gaza telah menelan korban yang mengerikan bagi anak-anak di daerah kantong itu, salah satunya Zain Mhanna.

Bocah berusia delapan tahun itu kerap menghabiskan malam-malamnya di sebuah pemakaman di Gaza sejak ibunya meninggal dua bulan lalu. Ia beristirahat di makam ibunya, karena itulah satu-satunya cara agar ia tetap bisa merasa dekat dengannya.

Ibunya, Sanaa Mhanna, meninggal karena menghirup gas beracun, sehari setelah Israel melancarkan serangan ke kamp pengungsi Nuseirat. Saat itu ia berusia 37 tahun dan sedang menjalani perawatan untuk penyakit ginjal.


"Saya rindu memeluk ibu saya, itu sebabnya saya tidur di makamnya," kata Zain, seperti dikutip dari The National, Sabtu 9 November 2024.

"Saat saya tidur di makamnya dan menciumnya, jantung saya berhenti berdetak. Saya merasa seperti ibu saya memasuki hati saya," ujarnya.

Lebih dari 35.000 anak telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua sejak konflik dimulai pada Oktober tahun lalu, dengan kekerasan yang menewaskan lebih dari 43.400 warga Palestina dan melukai 100.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza. 

Perang itu dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel dan telah menewaskan sekitar 1.200 orang.

Namun, skala sebenarnya dari penderitaan di Gaza diceritakan melalui anak-anak seperti Zain. Ayahnya, Youssef Mhanna, mengatakan kepada The National bahwa keluarganya pergi mencari anak laki-laki itu, setelah mengetahui dia hilang pada malam hari.

"Kami menemukannya di makam ibunya," kata Mhanna.

"Ibunya sangat dekat dengannya. Zain dan ibunya bagaikan dua tubuh dengan satu jiwa," ujarnya.

Beberapa orang telah menyuarakan kekhawatiran tentang keselamatan anak laki-laki itu saat ia tidur di pemakaman dekat Deir Al Balah, tempat ia rentan terhadap serangan Israel di Gaza atau serangan anjing liar, tetapi Zain yakin ibunya akan melindunginya. 

Mhanna mengatakan ia tidak tega mencegah putranya pergi ke pemakaman. 

"Bagaimana saya bisa mengambil seorang anak laki-laki dari ibunya? Bagaimana saya bisa menghentikannya? Jiwanya adalah ibunya," tambahnya.

Ia mengenang bagaimana Zain, anak bungsu dari empat bersaudara, begitu kesal dengan masalah kesehatan ibunya hingga ia bersumpah untuk menjadi dokter. 

"Ia akan berkata, 'Jika aku besar nanti, aku ingin menjadi dokter agar aku dapat menyembuhkan ibuku.' Putraku sangat terpukul dengan kematian ibunya," kata Mhanna.

"Kami berusaha mengganti kerugiannya, tetapi seorang ibu tidak dapat digantikan," tambahnya.

Meskipun saat ini tinggal di tempat yang kurang layak, Mhanna mengatakan keluarganya merasa tidak dapat meninggalkan daerah itu, karena mereka tidak ingin beranjak dari makam istrinya.

Keinginan untuk tetap dekat dengannya lebih besar daripada pikiran untuk melarikan diri dari daerah kantong itu. 

"Saya menolak meninggalkan Gaza, ada sesuatu di sini yang mengingatkan saya pada Sanaa, sesuatu yang mengingatkan anak-anak kami pada ibu mereka," kata Mhanna.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya