Berita

Ilustrasi (Foto: finance.yahoo.com)

Bisnis

Bitcoin Menuju Rp1,5 Milyar, IHSG di Bawah 7.300

JUMAT, 08 NOVEMBER 2024 | 17:12 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SENTIMEN dari kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS, nampaknya akan berbuntut panjang di pasar global. Setelah pasar saham Wall Street melambung curam dan indeks Dolar AS melonjak tajam, kini pasar mata uang digital alias crypto yang turut melambung.

Adalah Bitcoin, mata uang digital terbesar Dunia yang kini melambung tajam hingga berada di atas kisaran $75.000 yang sekaligus merupakan rekor tertingginya sepanjang sejarah. Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan, harga Bitcoin yang berpeluang besar untuk menembus level psikologisnya di kisaran$100.000 (lebih dari Rp1,5 milyar) dalam waktu tak terlalu lama menyusul kemenangan Trump.

Sebagaimana laporan yang beredar sebelumnya, Trump yang dalam sebuah kesempatan menyatakan tekadnya untuk membuat sejumlah program nasional yang pro terhadap mata uang digital. Yaitu meluncurkan program cadangan nasional Bitcoin dan mengharuskan penambangan Bitcoin di wilayah AS.


Tekad Trump tersebut membuat pasar Bitcoin antusias hingga mendorong aksi akumulasi agresif usai dinyatakannya kemenangan Trump. Sejumlah pelaku pasar kini bahkan meyakini, harga Bitcoin akan segera menembus level psikologis nya di $100.000. Sementara, pantauan terkini menunjukkan, Harga Bitcoin yang masih bertengger di kisaran $75.000-an.

Catatan RMOL memperlihatkan, harga Bitcoin yang sempat melonjak sekitar 10 persen sejak diumumkan nya kemenangan Trump dengan menyentuh kisaran $76.800. Optimisme pelaku pasar Bitcoin terlihat jauh lebih ganas ketimbang di Bursa Wall Street dalam menyambut Trump.

Pesta di Wall Street dan crypto currency terkesan kurang berseiring dengan situasi di bursa saham Asia dan Indonesia. Laporan terkini dari sesi perdagangan penutupan pekan ini, Jumat 8 November 2024 menunjukkan, kinerja Indeks yang mixed. Dengan bursa saham Hong Kong merosot tajam hingga 1 persen, pelaku pasar di Asia terlihat kesulitan mendapatkan pijakan untuk bertahan optimis.

Hingga sesi perdagangan sore ditutup, Indeks Nikkei (Jepang) tercatat hanya naik moderat 0,3 persen di 39.500,37, sementara indeks ASX200 (Australia) melonjak 0,84 persen di 8.295,1, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang justru turun tipis 0,14 persen di 2.561,15. Beruntungnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melonjak tajam di tengah mixed nya sentimen di Asia.

IHSG tercatat menutup sesi dengan melonjak 0,6 persen dengan menginjak posisi 7.287,19 setelah mampu konsisten menapak penguatan signifikan di sepanjang sesi perdagangan. Tinjauan lebih rinci menunjukkan, sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan yang masih bergulat di zona merah, seperti: BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, BBNI, ADRO, ASII, ISAT serta PGAS.

Rupiah Konsisten Menguat

Performa gemilang IHSG terlihat seirama dengan situasi di pasar uang. Nilai tukar Rupiah terpantau konsisten menjejak zona penguatan. Namun gerak menguat Rupiah sempat terkikis di pertengahan sesi perdagangan. Secara keseluruhan, Rupiah masih mampu memperlihatkan gerak hijau di sepanjang sesi.

Sentimen dari ketidakpastian yang mendera mata uang utama dunia menjadi sebab dari terhambat nya Rupiah untuk menguat lebih tajam. Hingga ulasan ini disunting, Rupiahasih ditransaksikan di kisaran Rp15.665 per Dolar AS atau menguat 0,41 persen.

Penguatan Rupiah kali ini terjadi di tengah kecenderungan melemahnya mata uang Asia. Laporan lebih jauh menunjukkan, penguatan Rupiah yang hanya kalah dibanding mata uang Ringgit Malaysia yang sore ini melonjak hingga 0,45 persen.

Tinjauan teknikal menunjukkan, penguatan Rupiah yang kali ini lebih dilatari potensi teknikal usai mengalami serangkaian pelemahan dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya. Pada sesi perdagangan pekan depan, Rupiah diyakini akan lebih bergantung pada sentimen pasar global di tengah minimnya sentimen dari rilis data perekonomian domestik.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

ANTAM Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasional

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11

Purbaya Tak Tahu Menahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Erdogan Serukan Solidaritas untuk Gaza dalam Pesan Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Menkes Ungkap Penyebab Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57

Warga Pati Jadi Korban Penipuan Masuk Akpol Bayar Rp1,5 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25

Putusan MK Momentum Benahi Kaderisasi Politik Perempuan

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20

Bandar Sabu Ngamuk saat Ditangkap, Polisi Kena Tusuk

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15

Arus Kendaraan Melonjak Hampir 9 Persen, Jalur Trans Jawa-Bandung Paling Padat

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11

Selengkapnya