Berita

Presiden terpilih AS, Donald Trump (Foto: Reuters)

Bisnis

Trump Memang Jago, IHSG Ambruk di Bawah 7.300

KAMIS, 07 NOVEMBER 2024 | 13:51 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SENTIMEN kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS akhirnya datang. Setelah pesta besar di bursa Wall Street berlangsung meriah, pelaku pasar di Asia justru harus menanggung beban kesuraman yang parah. Adalah kebijakan ekonomi internasional Trump yang sebelumnya telah dijanjikan menjadi biang kekhawatiran di Asia.

Serangkaian laporan sebelumnya menyebutkan, Trump yang dengan tegas menjanjikan langkah penaikkan tarif masuk yang sangat besar bila mendukung Heading Putih untuk kedua kalinya. Lebih rinci disebutkan, Trump akan menaikkan tarif masuk hingga lebih dari 200 persen pada produk otomotif dari Jepang, China maupun Korea Selatan dan Jerman.

Empat negara raksasa otomotif Dunia itu dalam beberapa tahun terakhir telah menjadikan Mexico sebagai pusat manufaktur otomotif nya untuk memasok pasar AS. Rencana penaikkan tarif masuk yang sangat besar oleh Trump kini membuat cemas pabrikan otomotif asal empat negara tersebut.

Saham-saham otomotif akhirnya berguguran menyambut kemenangan Trump itu. Laporan lebih jauh menunjukkan, saham BMW dan Mercedes Benz anjlok masing-masing sekitar 6,5 persen, disusul saham Porsche dan Volkswagen yang tersungkur masing-masing 4,9 persen dan 4,3 persen. Sedangkan saham pabrikan otomotif China seperti Li Auto, Nio dan BYD runtuh masing-masing 3,2 persen, 5,3 persen dan 4,5 persen. Dan saham pabrikan Honda terkapar 8 persen.

Gerak runtuh saham saham otomotif tersebut terlihat kontras dengan kinerja bursa Wall Street yang telah berpesta besar dengan melambung fantastis menyambut berkuasanya Trump di Gedung Putih. Seluruh Indeks tercatat menanjak fantastis hingga mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah, Indeks DJIA meroket curam 3,57 persen dengan menjejak posisi 43.729,93. Lonjakan tajam juga dialami Indeks S&P500 yang melambung 2,53 persen di 5.929,04. Dan Indeks Nasdaq melompat ganas 2,95 persen di 18.983,47.

Pesta besar Wall Street kemudian beralih kontras di sesi perdagangan Asia pagi ini, Kamis 7 November 2024. Pantauan hingga sesi perdagangan siang ini menunjukkan, Indeks Nikkei (Jepang) yang longsor 0,44 persen di 39.306,76, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) naik tipis 0,31 persen di 2.571,45 dan indeks ASX200 (Australia) terkikis 0,02 persen di 8.198,0.


Pesta besar Wall Street kemudian beralih kontras di sesi perdagangan Asia pagi ini, Kamis 7 November 2024. Pantauan hingga sesi perdagangan siang ini menunjukkan, Indeks Nikkei (Jepang) yang longsor 0,44 persen di 39.306,76, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) naik tipis 0,31 persen di 2.571,45 dan indeks ASX200 (Australia) terkikis 0,02 persen di 8.198,0.

Pelaku pasar di Asia dengan mudah terseret dalam pesimisme dalam mengantisipasi kebijakan ekonomi internasional Trump. Situasi yang sama juga terjadi di bursa saham Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mengalami serangkaian gerak merah di beberapa pekan terakhir, kembali kesulitan untuk bangkit.

Keruntuhan saham-saham unggulan kembali sulit dihindarkan untuk menghempaskan IHSG lebih suram. IHSG kemudian menutup sesi pagi ini dengan anjlok 1,26 persen di 7.290,99 untuk sekaligus menembus ke bawah level psikologis nya di 7.300-an. Saham-saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan terpantau kompak menginjak zona merah, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, PTBA, JPFA, ADRO, INDF dan ICBP.

Rupiah Bungkam Sentimen Trump

Suramnya kinerja bursa saham Indonesia terlihat kontras dengan performa nilai tukar Rupiah di pasar uang. Laporan sebelumnya menunjukkan, kinerja mata uang utama dunia yang kembali berguguran pada sesi perdagangan Rabu malam waktu Indonesia Barat usai dipastikan kemenangan Trump. Pantauan juga memperlihatkan, keruntuhan mata uang utama dunia tersebut yang relatif bertahan hingga siang ini di Asia.

Namun sentimen keruntuhan curam seluruh mata uang utama dunia tersebut gagal berimbas di pasar Asia pagi ini. Pantauan hingga siang ini memperlihatkan, hampir seluruh mata uang Asia yang mampu menjejak zona penguatan meski dalam rentang terbatas.

Terkhusus pada Rupiah, yang dalam beberapa pekan terakhir telah tergelincir di zona pelemahan, pagi ini mampu mencetak gerak penguatan moderat dan konsisten. Rupiah terkesan mampu melawan sentimen buruk dari terpilihnya Trump sebagai Presiden AS. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat bertengger di kisaran Rp15.774 per Dolar AS atau menguat 0,32 persen.

Sementara pantauan dari pasar Asia menyebutkan, mata uang Ringgit Malaysia dan Baht Thailand yang masih bergulat di zona pelemahan terbatas dengan masing-masing melemah 0,18 persen dan 0,16 persen.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya