Berita

Anggota Komisi II DPRD Jabar Fraksi Partai Golkar Agung Yansusan Sudarwin/Ist

Politik

Anggaran Beasiswa LPDP Harus Fokus Pendidikan Dalam Negeri

KAMIS, 07 NOVEMBER 2024 | 12:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kebijakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro soal penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri, harus dipertimbangkan Kembali.

 
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Agung Yansusan Sudarwin menilai bahwa anggaran LPDP yang besar sebaiknya lebih difokuskan untuk mendukung pendidikan dalam negeri, terutama bagi calon mahasiswa yang berpotensi namun terkendala biaya.

"Anggaran besar yang dikelola LPDP sebaiknya dievaluasi. Lebih baik fokuskan untuk membantu putra daerah yang ingin melanjutkan kuliah di dalam negeri," kata Agung dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Kamis, 7 November 2024.

"Anggaran besar yang dikelola LPDP sebaiknya dievaluasi. Lebih baik fokuskan untuk membantu putra daerah yang ingin melanjutkan kuliah di dalam negeri," kata Agung dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Kamis, 7 November 2024.

Agung mengatakan bahwa banyak mahasiswa di daerah yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetapi tidak mampu membayar biaya kuliah dan terpaksa mengandalkan pinjaman online (pinjol). 

Politikus Partai Golkar Jabar itu juga menilai banyak penerima beasiswa LPDP berasal dari kalangan yang sudah mampu. Sehingga sebaiknya dana LPDP dialihkan untuk mendukung mahasiswa yang kurang mampu di dalam negeri.


"Daripada membiayai mahasiswa yang mampu kuliah di luar negeri, lebih baik dana itu digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan membantu mahasiswa yang benar-benar membutuhkan," kata Agung.

Agung juga menekankan pentingnya investasi dalam pendidikan tinggi di dalam negeri, termasuk dengan memperkuat universitas-universitas di Indonesia agar dapat bersaing di level internasional. 

Menurutnya, tujuan utamanya adalah agar mahasiswa Indonesia tidak perlu mengandalkan pembiayaan luar negeri atau pinjaman online untuk melanjutkan studi.


"Investasi SDM yang keluar justru menguntungkan negara lain, sementara Indonesia kehilangan potensi besar. Lebih baik alihkan dana LPDP untuk membantu pendidikan dalam negeri dan meningkatkan kualitas PTN kita," kata Agung

Ia pun berharap agar pendidikan tinggi di Indonesia bisa lebih terjangkau bagi seluruh kalangan, dengan mimpi Indonesia mengikuti jejak negara-negara seperti Jerman yang menawarkan pendidikan tinggi secara gratis. 

"Kami berharap pendidikan tinggi di Indonesia bisa lebih terjangkau, bahkan gratis untuk yang membutuhkan, agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka," pungkas Agung.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya