Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Jelang Pilpres AS, Indeks Utama Wall Street Tersungkur

SELASA, 05 NOVEMBER 2024 | 09:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham Amerika Serikat di Wall Street berakhir di zona merah pada Senin waktu setempat, menjelang saat-saat menegangkan di mana warga AS akan memilih presiden baru.

Dow Jones Industrial Average ditutup melorot 257,59 poin atau 0,61 persen menjadi 41.794,60.

Dikutip dari Reuters, S&P 500 turun 16,11 poin, atau 0,28 persen, menjadi 5.712,69 pada Senin waktu setempat tau Selasa pagi 5 November 2024 WIB. 


Sementara Nasdaq Composite Index berkurang 59,93 poin, atau 0,33 persen, menjadi 18.179,98. 

Chief Investment Strategist CFRA Research di New York, Sam Stovall, mengatakan, kandidat Donald Trump dan Kamala Harris sama-sama berebut keunggulan di hari terakhir kampanye yang menurut jajak pendapat sangat ketat. 

Dilihat dari jajak pendapat Iowa, peluang Harris meningkat di beberapa situs , yang dipandang banyak pelaku pasar sebagai indikator pemilihan.

"Karena kita akan menunggu hingga Kamis atau lebih, setidaknya, untuk mengetahui siapa yang menang, sayangnya ini akan menjadi minggu yang cukup fluktuatif," kata Sam Stovall. 

"Laporan keuangan berjalan dengan baik, the Fed kemungkinan masih akan memangkas suku bunga, satu-satunya ketidakpastian yang sebenarnya adalah pemilihan umum, dan mudah-mudahan itu akan segera diselesaikan sehingga investor dapat kembali berinvestasi," ia menambahkan.

Imbal hasil Treasury 10-tahun terakhir turun sekitar 4 basis poin menjadi 4,325 persen, setelah awalnya merosot sebanyaknya 10 bp. 

Perdagangan yang fluktuatif diperkirakan terjadi hingga pemilihan umum diputuskan dan investor lebih jelas tentang kebijakan pemerintah. 

Imbal hasil 10 tahun turun selama lima bulan berturut-turut sebelum melonjak lebih dari 47 bp pada Oktober.

Di antara 11 sektor utama S&P, sector energi melesat 1,72 persen karena harga minyak melambung setelah OPEC+ memutuskan untuk menunda rencana peningkatan produksi.

Perusahaan chip terkemuka, Nvidia, melesat 2,13 persen.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya