Berita

Komunitas Alumni Padjadjaran Jakarta untuk Ridwan Kamil Jakarta 1 (Kopaja RK1)/Ist

Politik

Tata Kelola Jakarta Tidak Boleh Tanpa Konsep dan Perencanaan

SENIN, 04 NOVEMBER 2024 | 14:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perkumpulan alumni Universitas Padjadjaran membentuk Komunitas Komunitas Alumni Padjadjaran Jakarta untuk Ridwan Kamil Jakarta 1 (Kopaja RK1)  sebagai sikap dukungan politik pada Pilkada Jakarta 2024.

Dukungan itu diberikan pada pasangan Calon Gubernur Ridwan Kamil dan Calon Wakil Gubernur Suswono.

Ketua Kopaja RK1, Mohammad Aliardo mengatakan, Jakarta selayaknya harus dipimpin sosok gubernur yang memiliki kemampuan dan mempunyai pengalaman memimpin perkotaan yang plural dan modern. 


"Kami merasa sosok yang tepat untuk memimpin Jakarta adalah Ridwan Kamil," ujar Aliardo dalam keterangannya, Senin, 4 November 2024.

Jakarta dengan semua kompleksitasnya, kata dia, memerlukan keahlian perencanaan kawasan dan hunian yang dimiliki oleh Ridwan Kamil. 

"Salah satu rekam jejak Ridwan Kamil di Jakarta adalah Kawasan Epicentrum yang merupakan hasil karyanya dan desain dengan konsep yang luar biasa," katanya. 

Aliardo pun mengingatkan Jakarta merupakan wajah dari Negara Indonesia. Karena itu, kemajuan dan keberhasilan Jakarta sebagai kota yang berstatus daerah khusus, tetap akan menjadi tolok ukur kemajuan dan keberhasilan.

“Oleh karena itu, pengelolaan Jakarta tidak boleh dilakukan dengan serampangan tanpa konsep dan perencanaan yang baik apalagi sampai mengabaikan keberlangsungan lingkungan hidup,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya