Berita

Orang-orang melemparkan lumpur ke Raja Spanyol Felipe, menyusul hujan lebat yang menyebabkan banjir, saat ia mengunjungi Paiporta, dekat Valencia, Spanyol, pada Minggu 3 November 2024/Net

Dunia

Raja dan PM Spanyol Dilempari Lumpur saat Kunjungi Lokasi Banjir Bandang

SENIN, 04 NOVEMBER 2024 | 10:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kunjungan Raja Spanyol Felipe VI dan pejabat tinggi pemerintah di wilayah terdampak banjir terparah, Valencia tampaknya tidak disambut dengan ramah oleh warga setempat. 

Orang-orang melemparkan lumpur ke arah Raja Felipe dari Spanyol saat ia pertama mengunjungi Paiporta, dekat Valencia, Spanyol pada Minggu, 3 November 2024. 

Polisi harus turun tangan dengan beberapa petugas berkuda menahan puluhan orang yang melemparkan lumpur dan mengacungkan sekop serta tongkat ke udara.


"Keluar!  Keluar!” dan “Pembunuh!”  teriak para warga di antara hinaan lainnya. 

Pengawal membuka payung untuk melindungi para bangsawan dan pejabat saat para pengunjuk rasa melemparkan lumpur ke arah mereka.

Saat dipaksa pergi dari lokasi itu, raja dengan bercak-bercak lumpur di wajahnya, tetap tenang dan berusaha beberapa kali untuk berbicara dengan penduduk setempat. Satu orang tampak menangis di bahunya. Ia menjabat tangan seorang pria.

Itu adalah insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Keluarga Kerajaan yang sangat berhati-hati untuk menciptakan citra seorang raja yang disukai oleh bangsa.

Namun kemarahan publik atas manajemen krisis yang serampangan itu memuncak pada hari Minggu, 3 November 2024. 

Menurut penyiar Spanyol RTVE, Perdana Menteri Pedro Sánchez juga dievakuasi dari lokasi kejadian,  ketika kontingen resmi mulai berjalan di jalan-jalan Paiporta yang tertutup lumpur.

Ratu Letizia dan Presiden regional Valencia Carlo Mazón juga berada dalam kontingen tersebut. Ratu juga berbicara kepada para wanita dengan gumpalan kecil lumpur di tangan dan lengannya.

"Kami tidak punya air," kata seorang wanita kepada ratu.

Banyak orang masih tidak memiliki air minum lima hari setelah banjir melanda. Paiporta, yang berpenduduk 30.000 jiwa, masih memiliki banyak blok kota yang sepenuhnya tersumbat oleh tumpukan sampah, banyak mobil yang hancur total, dan lumpur.

Lebih dari 200 orang tewas akibat banjir sejak hari Selasa, 29 Oktober  dan ribuan orang rumahnya hancur oleh air dan lumpur.

Kemarahan warga terhadap manajemen bencana alam tersebut dimulai setelah guncangan awal mereda.

Banjir mulai memenuhi Paiporta dengan gelombang yang menghancurkan ketika pejabat daerah mengeluarkan peringatan ke telepon seluler yang berbunyi dua jam terlambat.

Dan kemarahan yang lebih besar telah dipicu oleh ketidakmampuan pejabat untuk menanggapi dengan cepat setelah kejadian. Sebagian besar pembersihan lapisan demi lapisan lumpur dan puing yang telah menyerbu banyak rumah telah dilakukan oleh penduduk dan ribuan relawan.

Namun setelah sekitar setengah jam ketegangan, keluarga kerajaan masuk ke mobil dinas dan pergi dengan pengawalan polisi berkuda.

Seorang wanita memukul mobil dinas dengan payung, dan yang lain menendangnya, sebelum mobil itu melaju kencang.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:09

Telkom Bersama KIP Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:45

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:20

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:01

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:42

Keanu Bantah Terima Duit Penipuan Jemaah Umrah Hanania

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:16

Ketum PPP Mardiono Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:12

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Bupati Muara Enim Dkk Langsung Digiring ke KPK Usai Terjaring OTT

Senin, 08 Juni 2026 | 23:45

Segel Gerai Tiffany & Co Dibuka Usai Sepakat Bayar Denda Rp97,49 M

Senin, 08 Juni 2026 | 23:16

Selengkapnya