Berita

Pejabat keamanan senior Rusia dan mantan presiden tahun 2008-2012, Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Medvedev: Ancaman Nuklir Rusia Serius, Hindari Perang Dunia Ketiga!

MINGGU, 03 NOVEMBER 2024 | 08:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Peringatan nuklir Rusia tidak boleh dianggap remeh oleh Ukraina dan sekutu Barat, karena berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga.

Imbauan itu disampaikan oleh pejabat keamanan senior Rusia dan mantan presiden tahun 2008-2012, Dmitry Medvedev dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Russia Today pada Minggu, 3 November 2024.

Menurut Medvedev, Amerika Serikat telah salah menilai Rusia dan ancaman nuklirnya. Barat berpikir Moskow tidak akan berani melewati batas, nyatanya tidak.


"Mereka salah bahwa Rusia tidak akan pernah melewati batas tertentu," tegasnya.

Dia mendesak agar AS serius menanggapi peringatan nuklir Rusia guna menghindari Perang Dunia Ketiga.

"Jika kita berbicara tentang keberadaan negara kita, seperti yang telah berulang kali dikatakan oleh presiden negara kita, hamba Anda yang rendah hati, dan yang lainnya, tentu saja, kita tidak akan punya pilihan lain," kata Medvedev.

Perang yang telah berlangsung selama 2,5 tahun di Ukraina memasuki fase yang paling berbahaya karena pasukan Rusia terus maju di Ukraina timur dan Barat.

Rusia telah memberi isyarat selama berminggu-minggu kepada Barat bahwa Moskow akan menanggapi jika Amerika Serikat dan sekutunya membantu Ukraina menembakkan rudal jarak jauh ke dalam Rusia.

Sementara NATO mengatakan bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan ke Rusia barat.

Pejabat Rusia mengatakan para pemimpin Barat telah gagal mengindahkan sinyal yang dikirim Moskow mengenai keamanan Eropa dan eskalasi perang di Ukraina.

Diplomat AS mengatakan hubungan dengan Rusia lebih buruk daripada sebelumnya sejak Perang Dingin, tetapi Washington tidak berusaha untuk meningkatkan perang di Ukraina.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya