Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hizbullah Bombardir Pangkalan Militer Israel Pakai Rudal, Sirine Berdengung Kencang

SABTU, 02 NOVEMBER 2024 | 18:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kelompok milisi Hizbullah Lebanon menembakkan sejumlah roket ke pangkalan intelijen Israel di dekat Tel Aviv, pada Sabtu 2 November 2024.

Dalam sebuah pernyataan Telegram, Hizbullah mengaku telah menghantam pangkalan Glilot milik unit intelijen 8200 dengan rentetan rudal pada pukul 02.30 dini hari waktu setempat.

"Para pejuang (Hizbullah) telah membombardir pangkalan Glilot yang berafiliasi dengan Unit Intelijen Militer 8200 di pinggiran Kota Tel Aviv menggunakan rentetan rudal kualitatif," bunyi pernyataan Hizbullah, seperti dikutip Al Jazeera.


Tak hanya pangkalan Glilot, Hizbullah juga dilaporkan menggempur sejumlah desa Israel antara lain Sha'al, Dalton, Yesud HaMa'ala, Bar-Yohai, dan Birya dengan rudal.

Menurut militer Israel, sekitar 15 roket telah ditembakkan dari Lebanon menuju Israel utara dalam satu jam terakhir. Roket-roket itu membuat sirine di sejumlah wilayah perbatasan Israel berbunyi dengan kencang, terutama di Kota Haifa dan daerah Galilea.

Hizbullah melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Israel sehari setelah pasukan militer Zionis menggempur habis-habisan berbagai wilayah Lebanon.

Berdasarkan laporan NNA, pesawat tempur Israel sebelumnya menargetkan kawasan Maraiseh di Kota Ansar, Lebanon selatan, pada Jumat 1 November 2024, dan melancarkan lima serangan berturut-turut yang menyasar wilayah antara kota Deir al-Zahrani dan Ezza di Lebanon selatan.

Koresponden NNA di Baalbek juga melaporkan jet tempur Israel meluncurkan dua serangan di pusat kota Younin. Sejumlah kota Lebanon lainnya yang dilaporkan dihantam serangan Israel dalam satu waktu antara lain Kota Tebnin, Kota Ain Abel, Kota Hadath Baalbek, Kota Houmin al-Tahta, Kota Tyre, Kota Siddiqin, Kota Zebqin, dan Kota Aiteet.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya