Berita

Ilustrasi semikonduktor yang merupakan "otak elektronik modern".

Tekno

India Bersiap Jadi Pemain Baru Produsen “Otak Elektronik Modern”

SABTU, 02 NOVEMBER 2024 | 06:33 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

India kini menjadi produsen ponsel terbesar kedua di dunia, memproduksi lebih dari 330 juta ponsel pintar setiap tahunnya. Apple, Samsung, dan Xiaomi telah mendirikan pabrik di negara tersebut.

Berbagai skema pemerintah India untuk meningkatkan manufaktur dalam negeri telah menarik lebih dari 17 miliar dolar AS investasi sejak tahun 2020.

Selain itu India telah meluncurkan program insentif senilai 10 miliar dolar untuk menarik perusahaan elektronik. Tower Semiconductor dari Israel, Foxconn dari Taiwan, dan sebuah konsorsium dari Singapura telah menunjukkan minat untuk mendirikan perusahaan.


Demikian diuraikan wartawan senior Rishi Suri dalam artikelnya yang diterbitkan The Gulf News baru-baru ini. 

“Raksasa teknologi seperti Intel, Qualcomm, dan Microsoft telah mendirikan pusat R&D di India, dan tengah menjajaki AI, 5G, dan komputasi kuantum,” sambungnya.

Dia menambahkan, produksi elektronik India tersebut diperkirakan akan mencapai 300 miliar dolar pada tahun 2026.

“Dengan fakta-fakta ini sebagai latar belakang, perjalanan India dari konsumen teknologi global menjadi produsen produk berteknologi tinggi menjadi narasi utama dalam ekosistem teknologi modern,” tulis Suri lagi.

Dari merakit ponsel hingga kini menetapkan target untuk menjadi pusat manufaktur semikonduktor, kebangkitan India merupakan bagian dari perbincangan teknologi global yang lebih luas. Saat ini, India berada di antara 5 negara manufaktur ponsel teratas, didorong oleh kerangka kebijakan seperti inisiatif “Make in India” dan skema Insentif Terkait Produksi (PLI).

Suri dalam artikelnya juga mengutip data Asosiasi Seluler dan Elektronik India yang menyebutkan bahwa total produksi elektronik India untuk tahun ini mencapai 115 miliar dolar AS, di mana sekitar 52 miliar dolar AS di antaranya adalah ponsel. Namun, peningkatan pesat ini hanyalah awal dari ambisi yang lebih besar, yakni ambisi yang menempatkan semikonduktor memainkan peran penting.

Semikonduktor yang merupakan “otak elektronik modern”, menggerakkan segalanya mulai dari ponsel pintar hingga sistem AI canggih. Di tengah kekurangan chip global yang disebabkan oleh pandemi, ambisi India untuk membangun basis manufaktur semikonduktor telah mendapatkan daya tarik.

Dengan perkiraan potensi pasar sebesar 64 miliar dolar AS pada tahun 2026, India telah mengidentifikasi sektor ini sebagai langkah penting berikutnya dalam strategi manufakturnya.

“Keberhasilan di sektor ini dapat memperkuat peran India sebagai mata rantai penting dalam rantai pasokan teknologi global, mengurangi ketergantungan dunia yang berlebihan pada pemain tradisional seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Tiongkok,” sambungnya.

Pandemi mengungkap kerentanan dalam rantai pasokan global, dan negara-negara kini ingin mendiversifikasi sumber komponen teknologi mereka. Tenaga kerja terampil India dan biaya manufaktur yang kompetitif menjadikannya alternatif yang menarik bagi negara-negara yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu wilayah untuk semikonduktor.

Pergeseran ini juga menguntungkan perusahaan multinasional. Dengan mendiversifikasi rantai pasokan mereka, bisnis dapat mengurangi risiko dan memastikan operasi yang lebih andal, bahkan di saat krisis global.

Dorongan India terhadap manufaktur semikonduktor, ditambah dengan kolaborasi seperti inisiatif rantai pasokan semikonduktor AS-India di bawah Undang-Undang CHIPS, dapat mengarah pada restrukturisasi rantai pasokan global yang signifikan. Transformasi ini tidak hanya akan memperkuat ekonomi India tetapi juga berkontribusi pada ekosistem teknologi global yang lebih seimbang.

Keuntungan yang akan diperoleh

Fokus pemerintah pada sektor ini diharapkan dapat menghasilkan puluhan ribu pekerjaan berketerampilan tinggi, yang selanjutnya meningkatkan reputasi India sebagai pusat teknologi global. Kumpulan bakat teknik India yang kaya, dipadukan dengan pasar elektronik domestiknya yang berkembang pesat, memberi negara ini keunggulan kompetitif di bidang ini.

Meningkatnya manufaktur elektronik dan semikonduktor di India tidak hanya menjanjikan bagi ekonominya sendiri tetapi juga bagi dunia. Rantai pasokan yang lebih tangguh dan beragam membantu menstabilkan pasar global, mengurangi hambatan produksi, dan mengurangi risiko kekurangan di masa mendatang.

Dengan menjadi pemain kunci dalam manufaktur semikonduktor, India dapat berkontribusi pada stabilitas ekonomi global yang lebih besar, yang menguntungkan bisnis dan konsumen di seluruh dunia.

Apa yang dulunya dianggap sebagai tujuan yang aspiratif kini dengan cepat menjadi kenyataan: India muncul sebagai pemimpin dalam manufaktur elektronik dan produksi semikonduktor, yang membentuk masa depan rantai pasokan global dan infrastruktur teknologi.



Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

In Memorian Try Sutrisno: Pemikiran dan Dedikasi

Senin, 02 Maret 2026 | 18:14

Cek Jadwal One Way, Ganjil-Genap, dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 18:12

Lebaran di Ambang Kelangkaan BBM

Senin, 02 Maret 2026 | 18:04

Konflik Iran-Israel Bisa Bikin Harga BBM Naik

Senin, 02 Maret 2026 | 18:00

Benahi Tol Sumatera Jelang Mudik 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 17:46

Budi Karya Sumadi Tiga Kali Mangkir Dipanggil KPK

Senin, 02 Maret 2026 | 17:28

Ayatollah Alireza Arafi dan Masa Depan Republik Islam Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 17:13

Waka MPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Gejolak Selat Hormuz pada APBN

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

Adkasi Minta Evaluasi Kebijakan Transfer Keuangan Daerah

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

5 Destinasi Terbaik untuk Merayakan Cap Go Meh 2026 di Indonesia

Senin, 02 Maret 2026 | 16:59

Selengkapnya