Berita

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal/Istimewa

Politik

Pesantren Pilar Penting dalam Membangun Peradaban Bangsa

SABTU, 02 NOVEMBER 2024 | 02:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kontribusi pondok pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa harus diacungi jempol. Pesantren adalah salah satu pilar yang ikut mencerdaskan anak bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka.

"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Kiai Haji Ali Imron beserta keluarga besar Ponpes Al Istiqomah yang telah mewariskan ilmu serta lembaga pendidikan guna membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar kata Wakil Ketua DPR RI, H Cucun Ahmad Syamsurijal, diwartakan RMOLJabar, Jumat, 1 November 2024.

Dirinya menekankan kontribusi besar lembaga pendidikan berbasis agama Islam ini, karena tidak hanya mencetak generasi yang memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki keterampilan atau skill yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Menurutnya, pesantren memiliki kekhasan tersendiri dalam mencetak generasi bangsa. Sebab, santri jebolan pesantren tidak hanya pandai beragama, mahir membaca Al Quran, namun juga memiliki skill yang mumpuni dan bermanfaat bagi kehidupan mereka.

"Pesantren merupakan pilar penting dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat dan berakhlak mulia.  Pendidikan karakter dan keterampilan yang diberikan di pesantren sangatlah krusial di era modern ini," tuturnya.

Kang Cucun, sapaan Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, secara terbuka menyatakan dirinya sebagai alumni pesantren menyebut bahwa pendidikan pesantren telah membentuk karakter dan bekal keterampilan yang membantunya dalam perjalanan hidup dan kariernya. 

Ia melihat pesantren sebagai lembaga yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pengembangan potensi individu secara holistik.

Sebab, selain membentuk akhlak dan karakter anak bangsa, pesantren juga hadir memodernisasi sistem pendidikan melalui skill (keahlian kerja) dengan pendidikan vokasi melalui Balai Latihan Kerja Komunitas santri yang mampu dan memiliki keahlian selepas mengemban ilmu di pesantren. 

"Saat kembali ke masyarakat, santri bukan hanya bisa mengaji, tetapi memiliki kapasitas  keahlian kerja yang unggul," ungkap Kang Cucun sambil tersenyum. 

Oleh karena itu, Cucun menyebut saat ini negara hadir untuk lembaga pesantren yang memiliki sejarah panjang dan berkontribusi besar terhadap negara, dengan lahirnya UU Pesantren yaitu UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, dimana Cucun adalah salah seorang penggagasnya. 

"Walau saat ini pun afirmasi negara terhadap pesantren belum begitu dirasakan. Karena dengan kemandiriannya dan tanpa keterlibatan anggaran negara, pesantren mampu hadir di tengah masyarakat untuk mendidik dan membentuk karakter anak bangsa," tutur Kang Cucun. 

Namun ia berharap ke depan pemerintah atau negara akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan pesantren untuk memastikan pesantren dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya