Berita

Ilustrasi evakuasi korban bencana banjir di Aceh/Dok BPBA

Nusantara

Aceh Alami 241 Bencana Alam Sepanjang 2024

JUMAT, 01 NOVEMBER 2024 | 23:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), selama periode Januari-Oktober 2024 terjadi 241 kali bencana alam di Aceh. Bencana tersebut menelan korban jiwa sebanyak 11 orang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp112 miliar.

“Kebakaran pemukiman masih mendominasi yakni sebanyak 77 kali dan membakar 283 rumah. Jumlah kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran mencapai (Rp)64 miliar,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, dalam keterangan yang diterima RMOLAceh, Jumat, 1 November 2024. 

Nara mengungkapkan, dalam bencana alam tersebut  11 orang meninggal dunia dan 3 orang mengalami luka-luka. Penyebabnya antara lain karena kebakaran, longsor, dan angin puting beliung. Kemudian sebanyak 37.155 Kepala Keluarga (KK) atau 133.271 jiwa terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 4.104 orang dan 1.763 rumah ikut terdampak. 


Nara menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu bencana yang sering terjadi. Karhutla terjadi 63 kali dan menghanguskan sekitar 214 hektare (Ha) lahan, dengan perkiraan kerugian sebesar Rp30 miliar.

Selain itu, bencana alam berupa angin puting beliung terjadi sebanyak 33 kali. Peristiwa tersebut merusak 376 rumah warga.

"Kerugian akibat angin puting beliung mencapai (Rp)9,4 miliar," ujarnya.

Lalu ada 11 kali longsor dan berdampak terhadap 7 rumah warga, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp730 juta. Juga 2 kali banjir bandang dan 1 kali kejadian gempa bumi.

Lanjut Nara, pada September dan Oktober 2024, banjir menjadi bencana yang paling dominan. Dari total 57 kejadian bencana alam, sebanyak 20 di antaranya adalah banjir. 

Pada Oktober, banjir tercatat terjadi 16 kali dari total 30 kejadian. Melanda 8 kabupaten, mencakup 68 kecamatan dan 325 desa dan berdampak pada 19.980 KK atau 70.479 jiwa.

"Bukan hanya itu, banjir juga intens terjadi selama Januari hingga Oktober, yaitu sebanyak 51 kali, yang berdampak pada 952 rumah dengan kerugian sekitar (Rp)7,3 miliar," terang Nara.

Nara merinci, semua bencana pada periode Januari-Oktober juga berdampak pada 14 sarana pendidikan dan 11 sarana ibadah. Berdampak pula pada 82 ruko (bangunan lainnya), 8 jembatan, dan 103 meter badan jalan akibat banjir dan longsor.

Menurut Nara, intensitas kejadian bencana pada 2024 mengalami penurunan jumlah kejadian yang signifikan dari tahun 2023.

“Pada periode yang sama (Januari-Oktober) tahun 2023 jumlah kejadian bencana mencapai 361 kali kejadian. Sedangkan di tahun 2024 terjadi hanya 241 kali kejadian,” ungkapnya.

Selain itu, Karhutla alami penurunan sangat drastis. Pada 2023, di periode yang sama berjumlah 85 kali. Sedangkan pada 2024 hanya terjadi 63 kali kejadian.

“Kami terus berupaya agar BPBA bersama semua unsur Pemerintahan dan masyarakat Aceh terus berupaya dalam peningkatan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun," ujar Nara.

Nara berharap, dalam upaya pengurangan risiko bencana ada sebuah langkah pemberdayaan masyarakat yang akan berfokus pada kegiatan partisipatif, dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat atau komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh," pungkas Nara.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya