Berita

Jusuf Kalla Library di Kampus Universitas Islam Internasional indonesia (UIII)/Ist

Publika

Jusuf Kalla Library: Oase Literasi Generasi Z dan Alpha

OLEH: M ARIF RAHMAN
JUMAT, 01 NOVEMBER 2024 | 14:04 WIB

JUSUF Kalla Library, sebuah perpustakaan di Kampus Universitas Islam Internasional indonesia (UIII) di Kota Depok, Jawa Barat, mendapat sorotan warganet.

Melalui akun media sosial Instagram dan TikTok, warganet memuji arsitektur yang estetik, futuristik dan minimalis, suasana fasilitas yang lengkap, sistem pencahayaan alami dan koleksi buku-bukunya yang keren.

Jusuf Kalla Library terdiri dari enam lantai dan memiliki keunikan sendiri serta fungsi yang berbeda pada setiap lantainya.


Seperti misalnya pada lantai satu sebagai tempat registrasi, lobi, locker dan terdapat mesin penjual otomatis yang menyediakan berbagai snack dan minuman ringan, ruang podcast, layanan konsultasi riset bersama ahli dari dalam dan luar negeri, serta tersedianya musala di lantai enam. 

Lalu pada setiap lantai akan ada tipe ruang baca dan belajar yang konsepnya berbeda seperti ruang baca di hall terbuka, ruang baca pojok dengan pemandangan kampus UIII yang indah.

Jusuf Kalla Library juga dilengkapi dengan ruang baca anak yang tertutup pada lantai tiga, sehingga akan sangat aman dan nyaman jika pengunjung ingin membawa serta anak- anak.

Untuk tiket masuk, bagi warga luar kampus UIII akan dikenakan biaya Rp10 ribu untuk sekali kunjungan. Rata- rata dalam sehari jumlah pengunjung dari perpustakaan ini bisa mencapai 1.000 orang yang mana 90 persennya merupakan pengunjung dari luar kampus (Jabodetabek, Banten).


Jusuf Kalla Library seolah menjadi oase menyegarkan di tengah dahaga yang dirasakan dipadang pasir.

Fenomena viralnya perpustakaan ini seakan kembali menegaskan bahwa perpustakaan masih memiliki tempat di hati masyarakat dan dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Karena berdasarkan beberapa sumber tulisan dan penelitian yang mengkhawatirkan penurunan minat baca di Indonesia dalam rentang lima tahun terakhir, terutama pada generasi Z dan Alpha yang disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya adalah kemajuan teknologi dan penyebaran informasi yang sangat cepat.

Namun Jusuf Kalla Library hadir menjawab tantangan itu dengan wujud tawaran yang berbeda, terutama dalam hal desain perpustakaan yang kekinian, fasilitas yang modern serta pelayanan perpustakaan yang tidak hanya terbatas pada buku cetak saja.

Namun Jusuf Kalla Library juga menyediakan sumber literatur digital yang menyesuaikan dengan kebutuhan generasi terkini. 

Hadirnya Jusuf Kalla Library juga dapat mendorong budaya membaca bagi masyarakat secara umum. Ini juga sesuai dengan komitmen kampus UIII yang kebermanfaatan fasilitasnya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara umum. 

Namun di sisi lain tentu masih banyak masukan dari para pengunjung dan warganet untuk Jusuf Kalla Library. Misalnya tentang jadwal kunjungan yang masih terbatas hanya di hari kerja, Senin hingga Jumat pada pukul 9.00-21.00 WIB.

Padahal pengunjung menginginkan perpustakaan ini juga dibuka pada Sabtu dan Minggu agar pengunjung dapat leluasa mengajak anak-anak mereka ketika libur sekolah.

Perlu juga diakomodir keinginan beberapa pengunjung untuk diberlakukannya sistem member bulanan bagi nonsivitas akademika UIII.

Penulis yakin bahwa hal ini sudah menjadi catatan dan refleksi bagi pihak pengelola agar dapat berbenah serta meningkatkan pelayanan bagi para pecinta literasi. 

Terkait pertanyaan warganet tentang nama Jusuf Kalla dipilih sebagai nama perpustakaan di kampus ini bukan tanpa sebab.

Karena Jusuf Kalla merupakan salah satu pencetus didirikannya kampus UIII Depok pada 2016. Hingga hari ini mantan Wapres itu masih bertindak sebagai Ketua Wali amanah kampus UIII Depok. 

Dengan fenomena viralnya Jusuf Kalla Library, juga kembali memunculkan nama "puang JK" yang selama ini dikenal kiprah serta kepeduliannya pada bangsa Indonesia.

Sehingga singkatan JK seringkali di artikan sebagai Jalan Keluar bagi sebagian kalangan.

Semoga fenomena ini bisa terus konsisten dan memberikan efek positif jangka panjang serta berkelanjutan pada peningkatan kompetensi SDM terutama bagi generasi penerus bangsa Indonesia.



*Penulis adalah Scholar in Residence Fellow- Faculty of Education Universitas Islam Internasional Indonesia




Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya