Berita

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono/RMOL

Politik

Giant Sea Wall Penting untuk Perlindungan dan Peningkatan Ekonomi

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 21:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Proyek Giant Sea Wall sangat penting sebagai upaya strategis untuk melindungi masyarakat dari ancaman abrasi dan banjir di wilayah pesisir utara Jakarta.

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat menyambangi kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 31 Oktober 2024.

AHY menyampaikan bahwa proyek ini adalah prioritas Presiden Prabowo untuk memastikan keamanan masyarakat yang tinggal di area rentan, seperti di sepanjang Pantai Utara Jakarta.


"Ini adalah proyek yang luar biasa tentunya harus dipastikan sekali lagi rencananya matang betul," kata putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

AHY menyebutkan bahwa dampak abrasi ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga merambah ke Pantura Jawa hingga Jawa Tengah.

Ia juga menekankan bahwa Giant Sea Wall tak hanya penting untuk keselamatan, namun juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. 

AHY menyatakan bahwa proyek besar ini harus direncanakan secara matang agar selain menjaga keberlanjutan lingkungan, proyek ini juga memiliki potensi nilai ekonomi yang dapat menggerakkan perekonomian.

"Kita harus melakukan studi secara cermat ya, tetapi sejumlah negara yang sudah melakukan itu juga telah berhasil dan sekali lagi meningkatkan ekonomi negara tersebut," tandasnya.

Dengan studi dan perencanaan yang tepat, AHY optimis bahwa Giant Sea Wall akan menjadi solusi perlindungan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir, sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi negara.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya