Berita

Ilustrasi Foto/Ist

Bisnis

Tugu Insurance Terus Tunjukkan Kinerja Impresif Hingga Triwulan III 2024

RABU, 30 OKTOBER 2024 | 02:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance terus menunjukkan kinerja operasional yang positif di sepanjang Januari hingga September 2024. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berhasil mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp552 miliar berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per September 2024.

Perolehan laba bersih tersebut ditopang premi bruto yang melonjak sebanyak 26 persen di September 2024 menjadi Rp 6,9 triliun. Di sisi lain, pendapatan underwriting Tugu Insurance mencapai Rp2,3 triliun atau naik 17 persen secara tahunan dibandingkan dengan tahun lalu. Selain underwriting, pendapatan investasi Tugu Insurance juga mengalami pertumbuhan.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat menyampaikan bahwa selain bersumber dari pendapatan underwriting dan pendapatan investasi, pendapatan usaha lainnya juga mengalami pertumbuhan. Pendapatan usaha lainnya yang berasal dari jasa penyewaan properti, survei dan penjualan kendaraan bahkan naik 21 persen mencapai Rp 420 miliar.


“Dapat dilihat total pendapatan Tugu Insurance mampu melonjak 16 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun per akhir September 2024. Pencapaian ini meningkat dari Rp2,7 triliun pada akhir periode yang sama tahun sebelumnya. Di samping itu pula beban biaya cenderung stabil. Ini dapat kita lihat dari beban klaim neto yang hanya naik 9 persen secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun," jelas Tatang dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa, 29 Oktober 2024. 

"Sedangkan beban usaha perseroan justru mengalami penurunan 5 persen tahunan. Adapun total beban Tugu Insurance di luar pendapatan atau beban lain-lain mencapai Rp2,38 triliun atau naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,24 triliun,” tambahnya. 

Dapat diketahui laba usaha inti melesat sebesar 57 persen sepanjang Januari-September 2024. kinerja selama 9 bulan yang baik di tahun 2024 ini menunjukkan bahwa sumber dari laba memang berasal dari bisnis inti yang semakin membaik.

Sementara itu Tatang pun menambahkan bahwa dari sisi laba bersih yang diatribusikan untuk pemilik entitas induk, Tugu Insurance mengantongi Rp552 miliar hingga akhir September 2024. Terdapat penurunan 51 persen dibanding tahun yang lalu. Namun, hal ini disebabkan Tugu Insurance tidak lagi membukukan pendapatan lain-lain sekali waktu dari kemenangan kasus atas Citibank (N.A).

Beberapa segmen utama yang turut menopang profitabilitas Tugu Insurance tahun ini yaitu segmen asuransi kebakaran dan property, segmen asuransi energi terutama onshore dan segmen penerbangan. Ketiga segmen asuransi tersebut mengalami peningkatan dari sisi margin underwriting, terutama karena pertumbuhan premi mampu diimbangi dengan stabilitas beban komisi dan juga beban klaim. Apalagi segmen asuransi kebakaran sebagai penyumbang terbesar premi Tugu Insurance.

Ke depannya hingga akhir tahun 2024 ini, Tugu Insurance tetap fokus dengan strategi yang telah dijalankan yang diantaranya adalah dengan senantiasa mengelola risiko yang dimiliki perusahaan dengan tepat, mengoptimalkan kerja sama dengan para business partner di beberapa sektor andalan dan melakukan penetrasi agresif pada berbagai distribution channel baru. 

Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan pasar dengan harapan Tugu Insurance mampu untuk dapat terus tumbuh dan menunjukkan kinerja terbaiknya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya