Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kemenkeu Yakin Dana Kelolaan Danantara Bakal Saingi Negara Maju

SELASA, 29 OKTOBER 2024 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AuM) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dari dana investasi nasional, termasuk di BUMN, diyakini bakal menyaingi negara-negara maju.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu saat berbicara dalam acara Puncak Dies Natalis Ke-15 dan Lustrum III Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sleman, Senin 28 Oktober 2024. 

Mengenai besarannya, ia mengatakan  hal itu akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.


"Nanti akan diumumkan oleh Presiden berapa dana yang kita kumpulkan dari saham kita, 'capital' (modal) kita di Pertamina, di PLN, di BUMN-BUMN, dana pensiun dan sebagainya," ujar Anggito.

Menurutnya, hampir semua negara yang melakukan konsolidasi seluruh aset keuangan maupun investasi pemerintah mampu meningkatkan keuangan negara menjadi lebih besar.

Saat ini, Norwegia menempati urutan pertama negara yang berhasil mengonsolidasikan aset keuangannya. Melalui Norges Bank Investment Management (NBIM), negara itu mampu mengumpulkan dana kelolaan mencapai 1.700 miliar dolar AS.

Kemudian diikuti oleh Tiongkok lewat China Development Bank dengan dana kelolaan yang mencapai 1.240 miliar Dolar AS.

Urutan ketiga adalah Uni Emirat Arab lewat Abu Dhabi Investment Authority dengan dana kelolaan yang mencapai 993 miliar Dolar AS), lalu Arab Saudi lewat Public Investment Fund (PIF) sebesar 847 miliar Dolar AS.

Qatar menempati urutan berikutnya lewat Investment Authority yang mampu mengumpulkan dana kelolaan sebesar 765 miliar Dolar AS, diikuti dengan Rusia lewat National Wealth Fund (NWF) sebesar 510 miliar Dolar AS.

Lalu Singapura lewat Temasek-nya dengan 332 miliar Dolar AS, kemudian Kuwait Fund for Arab Economic Development sebesar 302 miliar Dolar AS, dan selanjutnya Malaysia lewat Khazanah sebesar 30 miliar Dolar AS.

Anggito memperkirakan posisi Indonesia kelak akan berada di tengah-tengah itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya