Berita

Prabowo Subianto/Ist

Politik

Pidato Prabowo Sia-Sia jika Sandiwara Agus Fatoni Berlanjut di Pilgub Sumut

MINGGU, 27 OKTOBER 2024 | 22:39 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Tindakan cawe-cawe pejabat pemerintah dalam gelaran Pilkada Serentak 2024 seharusnya tidak terjadi. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan beberapa waktu lalu cukup lantang menekankan agar pesta demokrasi digelar tanpa kecurangan.

Demikian antara lain disampaikan pemerhati sosial politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar dalam mencermati dinamika politik di Pilkada Sumut 2024, khususnya di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024.

Shohibul melihat, ada indikasi cawe-cawe yang diduga dilakukan Pj Gubernur Sumut, Agus Fatoni demi memenangkan salah satu pasangan calon di Pilgub Sumut.


Jika dugaan cawe-cawe ini dibiarkan, maka pidato Presiden Prabowo saat pengucapan sumpah jabatan di gedung DPR/MPR, Minggu, 20 Oktober 2024 lalu sia-sia.

“Agar pidato (Prabowo) tidak sia-sia dan orang seperti Agus Fatoni tidak terus bersandiwara, maka saatnya presiden memberikan instruksi dan peringatan keras kepada semua pejabat kepala daerah dan pihak lainnya untuk tidak merusak integritas pemilu,” kata Shohibul dalam keterangannya, Minggu, 27 Oktober 2024.

Shohibul menyatakan, tidak hanya jajaran Pj Kepala Daerah yang harus diawasi, melainkan juga jajaran penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu agar pesta demokrasi bisa berjalan adil dan jujur.

“Selama ini masyarakat merasa tahu banyak namun tak berdaya menghalangi karena tahu risiko di balik sikap perlawanan terhadap praktik penyimpangan dari tangan-tangan rezim,” tegasnya.

Pesan tegas sebelumnya disampaikan Prabowo Subianto agar semua pihak turut mewujudkan demokrasi yang santun dan sesuai dengan budaya Indonesia. Pidato yang disampaikan usai sumpah jabatan sebagai presiden periode 2024-2029 itu pun tersirat menyinggung soal Pilkada 2024.

“Demokrasi di mana mengoreksi harus tanpa caci maki, bertarung tanpa membenci, bertanding tanpa berbuat curang. Demokrasi kita harus demokrasi yang menghindari kekerasan, adu domba, hasut menghasut," kata Prabowo dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Adapun dugaan cawe-cawe Agus Fatoni di Pilkada Sumut mulai banyak disuarakan aktivis hingga pemerhati politik.

Sosok birokrat yang menjabat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini dinilai memperlihatkan cawe-cawe untuk memenangkan salah satu pasangan calon di Pilgub Sumut 2024, yakni pasangan Bobby-Surya.

"Ada banyak agenda kegiatan daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang digelar hanya sebagai panggung kampanye Bobby-Surya. Nah, bagaimana mungkin masyarakat percaya lagi dengan Pj Gubsu dan seruannya itu," kata Ketua Kombatan Bersih Sumut, Abyadi Siregar, Jumat, 25 Oktober 2024.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya