Berita

Puluhan Warga Di Desa Pranti Antre Air Bersih Saat Ada Dropping Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang/RMOLJateng

Nusantara

Terdampak Kekeringan Panjang, 13.569 KK di Rembang Mengalami Kesulitan Air Bersih

MINGGU, 27 OKTOBER 2024 | 05:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, makin meluas. Hingga akhir Oktober ini, sedikitnya 67 desa dari 14 kecamatan secara resmi minta droping air bersih ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Dari 14 kecamatan, desa paling banyak minta droping air bersih dari Kecamatan Sedan yakni 10 desa. Sedang yang paling sedikit dari Kecamatan Kaliori, Sluke, dan Pancur. Masing-masing hanya 2 desa.

Yang memprihatinkan, akibat bencana kekeringan tahun ini, setidaknya 13.569 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri 36.225 jiwa mengalami krisis air bersih. 


Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari seperti masak dan minum, mereka hanya mengandalkan dropping air bersih dari luar. Sejak beberapa bulan terakhir, sumur pribadi maupun sumur umum yang ada di desanya sudah kering.

Dari pantauan RMOLJateng, Sabtu, 26 Oktober 2024, beberapa desa yang dilanda krisis air bersih parah antara lain Pranti dan Bogorame, Kecamatan Slang. Desa Kenongo, Kecamatan Sedan. Lalu Desa Polbayem dan Pelemsari Kecamatan Sumber. Warga di desa-desa tersebut memang menjadi langganan kekeringan tiap tahun.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Rembang, Puji Santoso saat dikonfirmasi pada Sabtu, 26 Oktober 2024 mengatakan, bencana kekeringan tahun lebih parah dari tahun lalu.

"Indikasinya, jumlah desa yang minta dropping air bersih ke Pemkab Rembang tahun ini bertambah. Tahun lalu hanya 53 desa, sekarang sudah 67 desa," terang Puji Santoso.

Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan dropping air bersih ke desa-yang mengajukan dropping sebanyak 5.194.000 liter. Belum lagi dropping air bersih dari pihak luar. 

"Dampak bencana kekeringan menjadi tanggung jawab bersama Pemkab, swasta, BUMD, BMUN, Ormas dan lainnya. Jika hanya mengandalkan Pemkab, jelas anggarannya tidak cukup," terang Puji tanpa menyebut besaran anggaran untuk mengatasi kekeringan tahun ini.

Dari bencana kekeringan memang ada beberapa pihak yang bisa mendapatkan untung. Antara lain, petani dan penggarap tambak garam, penjual pakan ternak dan penjual air bersih.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya