Berita

Boeing/Net

Bisnis

Boeing Alami Rugi Rp97 Triliun Imbas Mogok Kerja Massal

KAMIS, 24 OKTOBER 2024 | 15:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat (AS), Boeing mencatat kerugian hingga 6,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp97 triliun pada kuartal III-2024.

Seperti dikutip AFP pada Kamis 24 Oktober 2024, Boeing juga melaporkan penurunan pendapatan sebesar satu persen menjadi 17,8 miliar Dolar AS (Rp) pada Juli-September 2024.

Kinerja yang menurun ini terjadi pasca aksi mogok kerja besar-besaran yang telah berlangsung selama enam pekan.


Sekitar 30 ribu karyawan dari sejumlah fasilitas produksi Boeing di Amerika Serikat (AS) melakukan aksi mogok sejak awal September. Mereka menuntut kenaikan gaji signifikan dan sejumlah tunjangan.

Selain aksi mogok massal, Boeing juga sedang menghadapi berbagai tantangan lainnya, termasuk insiden keselamatan yang dialami pesawat buatannya, di mana pintu pesawat tiba-tiba copot di udara.

Awal bulan ini,  CEO Boeing Kelly Ottberg mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 10 persen tenaga kerja Boeing. Dia juga mengumumkan berbagai langkah untuk menstabilkan keuangan, meningkatkan operasi, dan mengembalikan reputasi perusahaan.

"Perubahan haluan membutuhkan perubahan budaya yang mendasar," kata Otberg.

Untuk memperkuat likuiditas, Boeing mengumumkan rencana untuk mengumpulkan hingga 15 miliar Dolar AS dalam bentuk sekuritas. Para analis menyarankan perusahaan untuk melepaskan beberapa aset guna mendapatkan uang tunai.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya