Berita

Menteri Budi Arie Setiadi dan Wakil Menteri Ferry Juliantono/Ist

Politik

Duet Budi Arie-Ferry Juliantono Diharapkan Bawa Terobosan untuk Koperasi

RABU, 23 OKTOBER 2024 | 11:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koperasi (Kemenkop), yang kini dipimpin oleh Menteri Budi Arie Setiadi dan Wakil Menteri Ferry Juliantono, menghadapi tantangan besar untuk terus mendorong pertumbuhan koperasi di Indonesia.

Budi Arie dan Ferry Juliantono dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin kemarin, 21 Oktober 2024.

Berdasarkan data ODS (Online Data System), per 31 Desember 2023 jumlah koperasi di Indonesia tercatat sebanyak 130.119 unit. Hingga akhir 2023 permodalan koperasi telah mencapai Rp275,06 triliun.


Peningkatan ini tentu saja tak lepas dari upaya  yang dilakukan oleh Kemenkop untuk mendukung pengembangan koperasi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
 
Upaya ini juga membuat kontribusi usaha koperasi terhadap PDB nasional tumbuh dari 5,7 persen menjadi 6,2 persen di tahun 2024.

Beberapa kebijakan afirmatif yang telah diterapkan Kemenkop UKM untuk mendorong pengembangan koperasi di antaranya adalah program koperasi modern yang dilaksanakan mulai 2020 hingga 2023.

Hasilnya, sebanyak 400 koperasi sudah menjelma menjadi koperasi modern. Hingga akhir 2024 ditargetkan akan bertambah menjadi 500 koperasi.

Namun, di tengah capaian tersebut, kepemimpinan baru Budi Arie-Ferry Juliantono dituntut untuk membuat terobosan baru yang lebih inovatif.

Modal keberhasilan yang sudah dicapai diharapkan menjadi dasar untuk mempercepat pertumbuhan koperasi ke level yang lebih tinggi.

Terobosan ini tidak hanya harus memperkuat kelembagaan koperasi, tetapi juga harus mampu meningkatkan akses ke pasar global, mempercepat digitalisasi koperasi, dan mendorong inovasi bisnis koperasi di berbagai sektor strategis.

Untuk menghadapi tantangan zaman, Kemenkop UKM telah menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi 8/2021 tentang Koperasi Multi Pihak, yang memungkinkan kolaborasi sumber daya untuk memperkuat kelembagaan koperasi.

Di bawah kepemimpinan baru, langkah-langkah ini perlu diperkuat dengan strategi yang lebih adaptif, sehingga koperasi bisa menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya