Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Publika

Prabowo Subianto Presiden Terkuat Sepanjang Sejarah

OLEH: SUGIYANTO*
SELASA, 22 OKTOBER 2024 | 06:47 WIB

KEMAMPUAN Presiden Prabowo Subianto dalam merangkul berbagai kalangan, termasuk oposisi yang dulu berseberangan, menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu memahami pentingnya stabilitas politik dalam pembangunan nasional.

Pasca dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024, dalam Rapat Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung Senayan Jakarta, Prabowo langsung komposisi Kabinet Merah Putih.

Berdasarkan latar belakang dan pengalaman yang dimilikinya, diprediksi Prabowo akan menjadi salah satu presiden terkuat sepanjang sejarah Indonesia. 


Ada sembilan alasan logis Prabowo akan menjadi presiden terkuat:

Pertama, Prabowo merupakan mantan menantu dari Presiden kedua RI Soeharto. 

Latar belakang keluarga ini memberikan Prabowo wawasan mendalam tentang pemerintahan Soeharto, yang dikenal sebagai salah satu presiden paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Prabowo untuk memimpin negara dengan gaya kepemimpinan yang kuat.

Kedua, karier militer Prabowo yang panjang dan cemerlang memperkuat kepemimpinannya. 

Prabowo memulai karier di militer sebagai prajurit Kopassus, kemudian menjadi Komandan Kopassus dan Panglima Kostrad dengan pangkat jenderal bintang tiga. 

Di era Presiden Jokowi, Prabowo menerima kenaikan pangkat menjadi Jenderal bintang empat. Ini menegaskan prestasinya dan menambah kredibilitasnya sebagai pemimpin yang tegas dan berpengalaman.

Ketiga, pengalaman politik Prabowo yang panjang memberikan modal politik yang solid. 

Setelah gagal dalam tiga kali Pilpres, Prabowo akhirnya memenangkan Pemilu 2024. 

Pengalaman bertarung dalam tiga kali Pilpres membuatnya matang dalam memahami dinamika politik Indonesia, sehingga kini ia berada pada posisi yang sangat kuat.

Keempat, koalisi besar yang mendukung Prabowo dan Jokowi menciptakan basis politik yang hampir sempurna. 

Dukungan dari Jokowi serta partai-partai besar seperti Gerindra dan koalisi Indonesia Maju menjadikan Prabowo memiliki kekuatan politik yang luar biasa. 

Ini memastikan dukungan luas di parlemen dan kalangan elite politik.

Kelima, Prabowo saat ini tidak memiliki lawan politik yang signifikan. 

Banyak kritikus kebijakan pemerintah saat ini yang dulunya, pada Pilpres 2014 dan 2019, merupakan sahabat dekat Prabowo Subianto. 

Kondisi ini mempermudahnya dalam membangun komunikasi guna mengimplementasikan kebijakannya.

Keenam, Prabowo mengadopsi pendekatan inklusif dengan merangkul semua elemen masyarakat. 

Hal ini memastikan dukungan publik yang stabil untuk kebijakan-kebijakannya, mengukuhkan posisi Prabowo sebagai pemimpin yang memiliki legitimasi dari berbagai lapisan masyarakat. 

Ketujuh, jaringan internasional Prabowo yang luas menjadi modal penting. 

Prabowo dikenal memiliki hubungan baik dengan banyak pemimpin dunia, yang memungkinkannya menjalin kerja sama internasional yang menguntungkan bagi Indonesia.

Ini terbukti dengan kehadiran banyak perwakilan negara sahabat dalam pelantikannya. 

Saat itu Prabowo menyebutkan nama-nama para perwakilan negara dengan mudah dan lancar. 

Semua hal ini menunjukkan pengaruh, dan kematangan pergaulan internasional dari seoran Prabowo Subianto. 

Kedelapan, Prabowo memiliki visi kuat untuk pertahanan dan keamanan nasional. 

Sebagai mantan prajurit, Prabowo memahami pentingnya ketahanan nasional dan diprediksi akan memperkuat TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas dalam negeri. 

Modernisasi alutsista dan peningkatan kesejahteraan prajurit akan menjadi fokus utama kepemimpinannya.

Kesembilan, Prabowo telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang tegas, berwibawa, namun tetap mendengarkan aspirasi rakyat. 

Pendekatan ini menciptakan keseimbangan dalam gaya kepemimpinannya dan memperkuat legitimasi dari rakyat.

Dengan sembilan alasan ini, tampak jelas bahwa Prabowo memiliki semua syarat untuk menjadi presiden terkuat sepanjang sejarah Indonesia. 

Pengalaman, jaringan, kekuatan politik, dan dukungan publik yang ia miliki akan membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih signifikan.

Sebagai penutup, tak lupa saya sampaikan: “Selamat atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan sukses selalu untuk jenderal tempur politik Bang Sufmi Dasco Ahmad.”

Semoga dengan kekuatan besar ini, Presiden Prabowo dan tim kepercayaannya dapat memberantas musuh negara nomor satu, yaitu para koruptor! 

Hukuman seberat-beratnya dan pemiskinan merupakan solusi yang diharapkan rakyat di era kepemimpinan Presiden Prabowo.

*Penulis adalah Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat)/Relawan Mandiri Prabowo Subianto

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya