Berita

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta/Ist

Nusantara

Teguh Jamin Stok Pangan saat Pilkada dan Jelang Nataru Aman

Harga Tetap Terkendali
SELASA, 22 OKTOBER 2024 | 01:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memastikan stok pangan di Jakarta saat Pilkada serta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan aman.

"Kami pastikan dan akan kami monitor terus agar harga tetap terkendali," kata Teguh saat meninjau Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 21 Oktober 2024.


Menurut Teguh, PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD pangan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas stok dan harga pangan di Jakarta. 

Menurut Teguh, PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD pangan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas stok dan harga pangan di Jakarta. 

Terlebih, BUMD pangan ini mengelola pasar induk beras Cipinang yang memiliki luas hingga 14,4 hektare dengan 108 unit gudang.

"Tadi, kita juga sudah bicarakan dan kita cek ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang pada 20 Oktober kemarin," kata Teguh. 

Tercatat sebanyak 48.695 ton dengan harga rata-rata untuk beras premium Rp14.000 per kilogram untuk HET adalah 14.900 per kilogram. 

Sedangkan untuk beras medium, adalah Rp 12.050 per kilogram dengan HET sebesar Rp12.500 per kilogram.

Saat ini, kata Teguh, kebutuhan beras masyarakat untuk DKI Jakarta rata-rata adalah 2.686 ton per hari atau 80.564 ton per bulan. 

Ia memperkirakan akan ada peningkatan kebutuhan beras jelang Nataru 2024 sebesar rata-rata 3,43 persen menjadi 2.767 ton per hari atau kurang lebih 83.361 ton per bulan.

"Untuk ketersediaan di Jakarta, tadi sudah kami rapatkan, Insya Allah dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan Nataru sampai akhir tahun 2024," kata Teguh.

Untuk memastikan ketersediaan beras dalam kondisi cukup selama Nataru dan sampai akhir tahun 2024, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi. 

Seperti pemenuhan kapasitas gudang dan penguatan kerja sama antar daerah secara bussines to bussines dengan produsen beras di berbagai daerah.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya