Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 72 Triliun, Jadi PR Pemerintahan Prabowo

Laporan: Sarah Alifia Suryadi
SENIN, 21 OKTOBER 2024 | 14:17 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa hingga Agustus 2024, total dana pinjaman online (pinjol) melalui platform peer-to-peer (P2P) lending yang belum dilunasi mencapai Rp 72,03 triliun.

Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan, yaitu sebesar 35,62 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meskipun demikian, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa tingkat risiko kredit macet atau tidak terbayarnya pinjaman selama lebih dari 90 hari (TWP90) masih relatif rendah, yaitu di angka 2,38 persen. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, pembayaran cicilan pinjol oleh masyarakat masih berjalan dengan baik.


"Pada industri fintech peer-to-peer lending, outstanding pembiayaan tercatat tumbuh signifikan sebesar 35,62 persen atau mencapai Rp 72,03 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat, TWP90, mengalami penurunan dan saat ini berada di posisi 2,38 persen, kondisi ini terjaga dengan baik," ujar Mahendra dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2024 yang berlangsung di ruang konferensi pers Bank Indonesia, dikutip Senin 21 Oktober 2024. 

"Di sektor penjaminan, outstanding penjaminan tercatat tumbuh 11,25 persen dengan nominal mencapai Rp 418,13 triliun. Total aset perusahaan penjaminan tumbuh 7,26 persen, menjadi Rp 47,90 triliun," tambah Mahendra.

Di sisi lain, politisi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, berharap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bisa memberantas mafia bisnis pinjaman online (pinjol) ilegal.

Menurut Didi, pemberantasan mafia bisnis pinjol ilegal tidak cukup diukur berdasarkan jumlah menteri atau wakil menteri yang ditempatkan.

"Tentu untuk mengatasi berbagai praktik mafia di negeri ini, termasuk mafia bisnis pinjol ilegal, bukan soal seberapa banyak menteri yang ada di sana," kata Didi dalam keterangannya baru-baru ini. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turut mengungkapkan masalah ini dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana program dan anggaran tahun 2025 bersama Komisi VIII DPR di Jakarta.

Dirinya mengungkapkan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto menganggap Indonesia memiliki tiga tantangan besar untuk bangkit: narkoba, pinjaman online (pinjol), dan judi online (judol).

"Tantangan ini berhubungan erat dengan masalah sosial, dan penanganannya memerlukan kolaborasi yang erat," ujar Gus Ipul. 

Masalah narkoba, pinjol, dan judol merupakan tantangan serius bagi setiap negara yang ingin maju. Dampaknya sangat signifikan, sehingga dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini.

"Di bawah kepemimpinan presiden terpilih Prabowo, Kementerian Sosial akan melanjutkan program-program yang sudah baik serta melakukan inovasi demi mempercepat kesejahteraan sosial," tambahnya.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa perbaikan data penerima bantuan sosial akan menjadi prioritas pemerintahannya mendatang.

"Kami akan melakukan inovasi dan perbaikan demi kesejahteraan sosial yang lebih baik," tegasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya