Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Penjualan Ritel Inggris Naik 0,3 Persen

SENIN, 21 OKTOBER 2024 | 12:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penjualan ritel Inggris secara tak terduga naik sebesar 0,3 persen pada September, menurut data dari Kantor Statistik Nasional (ONS). 

Para ekonom telah memperkirakan penurunan bulanan sebesar 0,3 persen dalam volume penjualan mulai bulan Agustus.

Dikutip dari Reuters, Senin 21 Oktober 2024, rumah tangga Inggris terus berjuang dengan biaya hidup yang lebih tinggi. Mereka masih menghadapi tantangan akibat biaya hidup yang tinggi, yang diperburuk oleh lonjakan harga energi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. 


Tekanan biaya hidup pada rumah tangga telah sedikit mereda sejak saat itu, dengan inflasi turun di bawah 2 persen dari puncaknya sebesar 11,1 persen pada Oktober 2022.

Laporan terbaru dari pengecer Inggris menunjukkan penjualan makanan yang kuat.

Toko grosir terbesar di Inggris, Tesco, telah menaikkan perkiraan laba tahunannya. Mereka berharap Natal dapat berjalan baik tingkat penjualan yang naik. 

Pimpinan jaringan supermarket lain, Sainsbury's, yang seperempat penjualannya berasal dari barang non-makanan, mengatakan bahwa para pembeli tetap khawatir untuk membelanjakan uang untuk barang-barang yang harganya lebih mahal sebelum anggaran pertama pemerintah baru pada tanggal 30 Oktober.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya