Berita

Sekretaris Jenderal DPP PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsy/Ist

Politik

PKS Akui Jatah di Kabinet Diisi Kalangan Profesional

MINGGU, 20 OKTOBER 2024 | 18:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui bahwa posisi mereka di kabinet akan diisi oleh kalangan profesional, bukan kader partai. 

Sekretaris Jenderal DPP PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsy, membenarkan bahwa PKS telah mendukung pengisian posisi menteri dengan sosok profesional.

"Profesional adalah sahabat kita juga," ujarnya saat ditanya wartawan perihal nama Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Yassierli, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Minggu 20 Oktober 2024.


Aboe Bakar menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan keinginan Prabowo Subianto untuk membentuk kabinet zaken, atau kabinet yang diisi oleh kalangan profesional. 

"Iya, sesuai permintaan. Permintaan kita disesuaikan biar cocok," tambahnya.

Lebih jauh, Aboe Bakar juga mengamini bahwa sosok Yassierli akan diplot ke pos kementerian tenaga kerja (Menaker).

"Iya dikasih itu," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya