Berita

Prabowo Subianto/Ist

Politik

Pidato Perdana, Prabowo Singgung Kebocoran dan Pengusaha Nakal

MINGGU, 20 OKTOBER 2024 | 12:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal praktik korupsi kolusi dan nepotisme yang menjadi permasalahan bangsa selama ini.

“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengan korupsi di negara kita,” tegas Prabowo dalam pidato kenegaraannya di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Minggu, 20 Oktober 2024. 

Menurutnya, praktik KKN yang menjamur di Indonesia ini berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia.


“Ini adalah yang membahayakan masa depan kita dan masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita,” tegasnya. 

Mantan Menteri Pertahanan RI ini menyinggung soal banyaknya pejabat politik yang berani secara terang-terangan melakukan praktik KKN yang bekerja sama dengan para pengusaha besar di Indonesia. 

“Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita, penyimpangan-penyimpangan kolusi di antara pejabat politik pejabat pemerintah, di semua tingkatan dengan pengusaha-pengusaha yang nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik,” bebernya.

Ia meminta agar seluruh elemen bangsa tidak menutup mata dengan realita itu, dan menganggap Indonesia belum merdeka lantaran masih adanya praktik kotor itu yang menjadi penyebab belum merdekanya sebagian rakyat Indonesia.

“Janganlah kita takut untuk melihat realita ini, kita masih melihat sebagian saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan. Terlalu banyak saudara-saudara kita yang  berada di bawah garis kemiskinan,” ucapnya.

“Terlalu banyak anak-anak kita yang berangkat sekolah tidak makan pagi, terlalu banyak anak anak kita yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya