Berita

Kolase Prabowo Subianto dan Logo NU/RMOL

Politik

Kapabilitas 14 Kader NU Calon Menteri Prabowo Tak Perlu Diragukan Lagi

KAMIS, 17 OKTOBER 2024 | 16:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil 14 kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk dipercaya mengemban amanah sebagai menteri dan wakil menteri di kabinet mendatang.

Hal itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum Aliansi Santri Jakarta (Alaska), Abdul Azis.

“Saya pikir ini luar biasa ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada bapak Presiden terpilih sudah mempercayai kepada kader kader NU yang akan menduduki kabinet ke depan, harapannya para calon calon menteri yang dari kader kader NU akan menjadi tonggak kemajuan rakyat Indonesia," kata Abdul Aziz, Kamis, 17 Oktober 2024.


Mantan ketua GP Ansor DKI Jakarta ini menyebutkan bahwa kader yang diberi amanah Prabowo ini merupakan orang-orang yang memiliki kualitas dan kapabilitas di masing-masing bidangnya.

"(Beliau-beliau) ini tidak perlu diragukan lagi tentang nilai pengabdian nya untuk bangsa serta negara," ungkap Abdul Aziz.

Lebih lanjut, ungkap Abdul Aziz, ditunjuknya kader NU menjadi bagian dari kabinet Prabowo ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi nahdliyin di seluruh pelosok negeri.

"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih Bapak Prabowo Subianto selaku Presiden terpilih RI dan kami akan mengawal semua kebijakan kebijakan yang berpihak pada rakyat serta program program pemerintahan ke depannya nanti," ungkap dia.

Sekedar informasi, ada sekitar 14 calon menteri dan wakil menteri yang dari kader NU yang sudah dipanggil oleh Presiden terpilih. Di antaranya yakni, Muhaimin Iskandar (Mantan Ketum PB PMII dan Ketum DPP PKB), Syaifullah Yusuf (Mantan Ketum PP. GP. Ansor dan Sekjen PB NU).

Kemudian, Nusron Wahid (Mantan Ketum PMII dan GP. Ansor/Golkar), Prof Nasarudin Umar (PMII, Rois Syuriah PBNU), Abdul Kadir Karding (Mantan Ketua PB PMII dan Mantan Sekjen DPP PKB), Arifah Choiri Fauzi (PMII, Sekjen PP. Muslimat NU), 

Selanjutnya, Erick Thohir (Ketua Lakpesdam NU), Wihaji (Mantan Wakil Sekjen PP. GP. Ansor/Wakil Ketum Golkar), Rachmad Pambudy (IPNU), Juri Ardiantoro (PMII, Ansor, Rektor Unusia).

Lalu, Aminuddin Makruf (Mantan Ketua umum PB PMII), Faisol Reza (Wakil Ketum PKB/NU), KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah (PMII/PBNU), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan Yusuf (Wakil Ketum Gerindra, Mantan Wakil Ketua LPNU, Cucu pendiri NU).

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya