Berita

Logo PDIP/RMOL

Politik

Komnas Perempuan Desak PDIP Pecat Kader yang Terlibat KDRT

RABU, 16 OKTOBER 2024 | 23:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota DPRD Bangka Belitung Fraksi PDIP, Imam Wahyudi (IW) yang terlibat dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) perlu diberhentikan demi marwah wakil rakyat.  

Komisioner Komnas Perempuan, Alimatul Qibtiyah, secara tegas menyesalkan langkah PDIP yang belum juga mengambil tindakan tegas terhadap kadernya tersebut. 

Alimatul menilai, seharusnya PDIP bisa mencontoh langkah cepat yang diambil PKS ketika salah satu kader mereka terlibat dalam kasus pelecehan seksual di DPRD Kabupaten Singkawang beberapa waktu lalu. 


Ia menekankan pentingnya partai politik bersikap tegas terhadap kader yang tersandung masalah hukum, terutama yang berkaitan dengan kekerasan dan pelecehan.

"Belajar dari PKS di Singkawang, mereka langsung mengambil tindakan dengan memberhentikan kader yang bersangkutan. Ini adalah contoh yang baik dan bisa diikuti oleh partai-partai lain, termasuk PDIP. Apalagi kasus Imam Wahyudi sudah hampir masuk tahap persidangan," ujar Alimatul kepada wartawan pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Menurutnya, meski istri Imam Wahyudi mencabut kembali laporannya, fakta bahwa dugaan KDRT telah terjadi tetap tidak dapat diabaikan. 

“Walaupun misalnya istri mencabut kembali laporannya, tetapi yang bersangkutan sudah pernah melakukan tindakan KDRT. Meski kasus ini belum diputuskan di pengadilan, hal itu tidak menggugurkan fakta bahwa kekerasan itu pernah terjadi,” imbuhnya.

Alimatul juga mengimbau agar pendidikan terkait pencegahan KDRT dan pelecehan seksual dimasukkan dalam kurikulum sekolah partai. Hal ini, menurutnya, penting agar setiap kader memiliki kesadaran tentang isu kesetaraan gender dan dapat mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di lingkungan mereka.

"Isu kesetaraan gender adalah isu penting yang harus menjadi bagian dari pendidikan kader di setiap partai. Para wakil rakyat dibayar dengan uang rakyat, sehingga mereka harus memiliki pemahaman yang baik terkait hal ini,” tegas Alimatul.

Pendidikan tentang kehidupan rumah tangga yang sehat, menurut Alimatul, adalah salah satu langkah preventif untuk mencegah terjadinya KDRT. 

Ia menyarankan agar setiap partai politik bisa bekerja sama dengan lembaga terkait untuk menyusun kurikulum khusus yang mengajarkan nilai-nilai kesetaraan dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga kepada para kadernya.

"Kami berharap partai-partai politik bisa bekerjasama secara sistemik dengan Komnas Perempuan atau lembaga lain untuk memasukkan pendidikan ini dalam kurikulum sekolah partai. Proses seleksi kader juga harus lebih ketat agar orang-orang yang terpilih adalah mereka yang memang layak dan tidak memiliki catatan buruk terkait kekerasan,” katanya.

Alimatul juga menekankan bahwa pengabaian terhadap perilaku kekerasan hanya akan memperburuk citra partai di mata masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta PDIP segera bertindak sebelum kasus ini mencoreng lebih dalam reputasi partai tersebut.

Menurut Alimatul, tindakan tegas terhadap kader yang terlibat dalam kasus kekerasan semacam ini harus segera diambil untuk menjaga integritas partai. Ia menegaskan, partai politik tidak boleh memberikan ruang bagi mereka yang terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap perempuan, apalagi jika mereka adalah wakil rakyat yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat.

"PDIP seharusnya bisa memberikan contoh kepada masyarakat bahwa mereka tidak menoleransi tindakan kekerasan, terutama terhadap perempuan. Apalagi Imam Wahyudi adalah anggota dewan yang dibayar oleh rakyat. Jadi, partai harus segera mengambil langkah untuk menjaga integritasnya," pungkas Alimatul.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya