Berita

Laksdya (Purn) A. Taufiqoerrachman/RMOL

Nusantara

Mantan Kepala Bakamla Angkat Bicara soal Polemik Coast Guard

SELASA, 15 OKTOBER 2024 | 12:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik pembangunan coast guard di Indonesia yang merupakan janji politik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014 terus muncul di permukaan.

Adanya instansi Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) yang sama-sama mengklaim sebagai coast guard Indonesia tak kunjung berakhir konflik perang dinginnya.

Terlebih dengan tidak adanya aturan yang jelas selevel undang-undang mengenai institusi ini, wacana coast guard seperti terkatung-katung di tengah guliran isu kenegaraan sekarang.


Mantan Kepala Bakamla, Laksdya (Purn) A. Taufiqoerrachman angkat bicara terkait polemik yang tak kunjung selesai ini. Ia pun menceritakan perjuangannya memegang amanah Kabakamla yang ditugaskan presiden untuk membentuk Indonesia Coast Guard yang sebenarnya.

“Ya nama coast guard sebagai sebuah nama, kita harus mengerti dulu. Kalau saya mengartikan bahwa coast guard adalah institusi berseragam, memiliki otoritas, bukan hanya sekadar satgas (satuan tugas),” kata Taufiq kepada RMOL, Selasa, 15 Oktober 2024.

Menurut dia, coast guard memiliki fungsi sebagai maritime security, maritime safety dan maritime defense.  

“Kita harus paham dulu fungsi coast guard. Sebagai keamanan maritim, keselamatan maritim dan pertahanan maritim. Sebagai keamanan maritim, ancaman tertingginya maritime terrorism. Makannya saya bentuk Special Response Team,” jelasnya.

Terkait keselamatan maritim, ia mengungkapkan ini sebagai bagian dari coast guard yang saat ini fungsi tersebut dipegang KPLP dan juga Basarnas ketika terjadi proses penyelamatan.

“Untuk maritime defense, sudah pasti coast guard berada di bawah Navy (Angkatan Laut). Ini sebagai pengganda kekuatan angkatan laut, tidak bisa hanya sebagai satgas, tugas utamanya adalah operasi di laut,” ungkapnya.

Namun, jebolan Akabri Laut 1985 itu menegaskan bahwa sebagai pengganda kekuatan AL, coast guard punya jati diri sendiri.

“Dulu, jangan panggil saya Laksdya TNI, tapi panggil saya Laksdya Bakamla, kita punya independensi organisasi. Kita punya jati diri,” tegasnya.

Ia pun menyadari dalam membangun coast guard ideal (seperti di negara maju) memerlukan proses dan waktu lama. Maka dari itu diperlukan tahapan yang konkret dari setiap Kepala Bakamla.

“Saya harus melatih personel. Karena belum ada akademi, maka saya titipkan dulu di (pelatihan) angkatan laut. Kita pun ada pendidikan di kapal baik untuk personel laki-laki maupun perempuan, minimal satu tahun. Jadi kita ini benar-benar Bakamla 'air asin' bukan air tawar,” selorohnya.

Oleh karena itu, mantan Wakasal ini juga menekankan pentingnya karakter Bakamla yang dubangun. Sehingga ketika karakter tersebut dibangun, maka para pembuat kebijakan (eksekutif dan legislatif) semakin yakin dengan keberadaan institusi ini.

“Saya sudah membuat petanya (saat itu) dan saya sudah presentasikan ke mana-mana (stakeholder). Mereka menerima dan memahami. Jadi organisasi sudah dikenalkan tinggal UU dibuat. UU khusus yang bicara tentang Bakamla atau coast guard,” pungkasnya.   

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya