Berita

Ilustrasi (Foto: the guardian)

Bisnis

DEWA Bakrie Beraksi, IHSG Injak 7.559

SENIN, 14 OKTOBER 2024 | 19:14 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Lonjakan tajam yang diharapkan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya gagal terwujud dalam mengawali sesi pekan ini, Senin 14 Oktober 2024. Kurang menggigitnya sentimen yang berkembang di bursa global, membuat optimisme pelaku pasar sedikit meredup.

Pola gerak IHSG yang terjebak dalam rentang moderat sesungguhnya seiring dengan situasi di bursa Asia. Serangkaian laporan sebelumnya menyebutkan, investor di Asia yang masih belum mendapatkan kepastian soal langkah rinci dan jelas menyangkut stimulus pemerintah China dalam menanggulangi ancaman perlambatan serius di negeri Panda itu.

Rilis yang dilakukan Menteri keuangan China, kembali hanya menyajikan tekad pemerintahan Xi Jinping untuk mencegah perlambatan ekonomi lebih parah. Namun sekali lagi, belum memberikan kejelasan soal besaran stimulus yang bakal diguyur serta serta bentuknya. Catatan RMOL memperlihatkan, rilis terkini kinerja perekonomian China yang masih menunjukkan ancaman deflasi yang serius. Langkah stimulus jumbo kini dinilai sangat mendesak guna mencegah keruntuhan perekonomian terbesar Asia itu.


Namun pemerintahan China justru masih belum menyajikan kejelasan stimulus yang telah dijanjikan. Optimisme investor Asia akhirnya masih jauh dari meyakinkan, dan gerak Indeks yang cenderung di rentang terbatas menjadi pilihan.

Pantauan hingga sesi perdagangan sore ditutup menunjukkan, Indeks ASX200 (Australia) naik moderat 0,47 persen di 8.252,8, sedangkan Indeks KOSPI (Korea Selatan) melonjak 1,02 persen di 2.623,29.

Pada bursa saham Indonesia, IHSG masih mampu bertahan positif dengan menutup sesi sore di 7.559,65 atau naik 0,52 persen. Catatan RMOL menunjukkan, gerak naik di sesi sore kali ini yang sekedar mempertahankan level kenaikan yang dibukukan di sesi pagi. Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja saham unggulan yang kembali bervariasi sebagai cermin belum kukuhnya optimisme pelaku pasar.

Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan masih mampu bertahan hijau, seperti: BBCA, BBNI, PGAS, serta PTBA. Saham unggulan lain masih terperosok di zona merah, seperti: BMRI, ASII, TLKM, SMGR dan UNTR. Laporan lebih jauh menunjukkan, sesi perdagangan kali ini yang diwarnai kinerja menonjol dua saham group konglomerasi Bakrie, yaitu BUMI dan DEWA.

Saham DEWA tercatat melambung curam 6,94 persen dengan menutup di Rp77, sedangkan saham BUMI kembali melompat tajam 4,47 persen setelah berakhir di Rp140. Catatan RMOL menunjukkan, kinerja saham-saham group Bakrie yang mewarnai sesi perdagangan secara menonjol dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir.

Rupiah Beralih Positif

Performa berbeda terjadi di pasar uang, dengan nilai tukar Rupiah mampu beralih ke zona penguatan setelah sempat konsisten menapak zona pelemahan di awal sesi pagi. Peralihan Rupiah untuk menjejak zona positif terlihat lebih mencerminkan potensi teknikal nya, usai mengalami serangkaian pelemahan tajam dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Sentimen yang berkembang secara umum memperlihatkan, pelamahan mata uang utama dunia yang masih bertahan. Situasi ini menjadi latar yang kurang menguntungkan bagi mata uang Asia dalam membuka pekan ini. Pantauan menunjukkan, hour seluruh mata uang Asia yang masih bergulat di zona pelemahan terbatas, seiring dengan minimnya sentimen yang tersedia.

Mata uang Asia tercatat hanya menyisakan Dolar Hong Kong dan Rupee India yang masih bertahan di zona penguatan tipis namun rentan beralih melemah. Terkhusus pada Rupiah, penguatan hanya terjadi dalam rentang moderat. Hingga sesi perdagangan sore berlangsung, Rupiah tercatat bertengger di kisaran Rp15.555 atau menguat 0,12 persen.

Penguatan moderat Rupiah kali ini, sangat mungkin akibat upaya pelaku pasar yang mencoba mengantisipasi rilis data neraca dagang internasional yang diagendakan Selasa besok jam 11.00 WIB.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya