Berita

Anggota Bawaslu Sumatera Selatan, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Massuryati/RMOLSumsel

Nusantara

Kaum Muda Diajak Ikut Awasi Pilkada 2024

SENIN, 14 OKTOBER 2024 | 05:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menjelang Pilkada 2024, peran kaum milenial dalam mengawal proses demokrasi semakin penting. Di Sumatera Selatan, keterlibatan pemilih muda sangat dibutuhkan untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Khususnya saat tahapan kampanye yang kini sedang berlangsung. 

Hal ini ditegaskan oleh Anggota Bawaslu Sumatera Selatan, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Massuryati, dalam acara yang digelar Bawaslu Kabupaten Musi Rawas Utara pada Jumat malam, 11 Oktober 2024 di Hotel Dewinda Lubuk Linggau.

Dalam kesempatan itu, Massuryati menekankan pemuda, terutama pemilih pemula, memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kualitas pemilu. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam proses pengawasan pemilu bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga wujud nyata cinta tanah air. 


“Anak muda harus ikut serta dalam mengawasi Pemilu 2024. Peduli terhadap jalannya pemilihan dan berperan aktif dalam pengawasan adalah perwujudan kecintaan terhadap Indonesia. Selain itu, mereka adalah pemegang kendali masa depan. Pemilihan kali ini adalah pondasi yang akan menentukan wajah bangsa di masa depan,” ujar Massuryati, diwartakan RMOLSumsel, Minggu, 14 Oktober 2024. 

Berdasarkan data, sekitar 35-40 persen pemilih dalam pemilu kali ini adalah anak muda. Kelompok ini, yang terdiri dari warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, memiliki hak untuk memilih dan menentukan arah kebijakan negara. 

Pemilih pemula, ujar Massuryati, dikenal memiliki daya analisis yang kuat dan kritis dalam menilai calon pemimpin serta program yang mereka tawarkan.

“Anak muda memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menganalisis kondisi dan kebijakan yang ditawarkan oleh para calon pemimpin. Dengan jumlah yang besar, mereka berperan sebagai penentu utama arah pembangunan bangsa di masa depan. Keputusan yang diambil oleh generasi muda dalam pemilihan ini akan berdampak panjang pada perkembangan bangsa,” paparnya.

Selain itu, ia menekankan keterlibatan pemilih pemula tidak hanya terbatas pada datang ke tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga dalam berbagai aspek lain dari proses pemilu. 

Generasi muda bisa bergabung dalam pengawasan partisipatif yang diadakan oleh Bawaslu maupun lembaga lain, menjadi pemantau pemilu, serta aktif dalam mengedukasi masyarakat melalui media sosial dan platform digital lainnya.

Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu alat yang paling efektif untuk menyebarkan informasi. Hal ini, menurut Massuryati, merupakan peluang bagi kaum milenial untuk ikut serta berkontribusi dalam Pemilu 2024. 

Anak muda yang aktif di media sosial bisa memanfaatkan platform ini untuk menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif terkait proses pemilu. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi konten kreator yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilu dan mengajak orang lain untuk berpartisipasi aktif.

“Selain itu, mereka juga bisa berperan dalam melawan hoax yang sering muncul menjelang pemilu. Dengan menyebarkan informasi yang benar, kita semua dapat memastikan bahwa pemilu berjalan dengan lancar tanpa gangguan berita bohong,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran hoax atau informasi palsu adalah salah satu tantangan terbesar dalam setiap pemilu. Hoax dapat memecah belah masyarakat dan merusak integritas pemilu. 

Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya sebagai pemantau, tetapi juga berperan aktif dalam mencegah penyebaran berita palsu dengan melaporkan akun-akun atau informasi yang tidak valid.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya