Berita

Wakil Presiden Maruf Amin saat menghadiri KTT ASEAN-Korea di Vientiane, Laos/Ist

Politik

Bersama Airlangga, Maruf Amin Bicara Dua Isu Penting di KTT ASEAN-Korea

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 18:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wakil Presiden RI, Maruf Amin hadir sebagai pembicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN-Korea di National Convention Center, Vientiane, Laos, Kamis, 10 Oktober 2024.

Didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Maruf Amin menekankan dua isu penting, yaitu percepatan transisi energi dan masalah stabilitas kawasan.

“Kita harus mempercepat langkah transisi energi untuk hadapi krisis energi global dan dampak perubahan iklim,” tegas Wapres Maruf Amin.


Terkait stabilitas kawasan Indo-Pasifik, ASEAN memiliki keuntungan geografis yang menentukan jalur logistik perdagangan, terutama Selat Malaka yang padat arus pelayaran komersial dan energi.

Stabilitas kawasan menjadi kunci utama untuk menjamin kelancaran arus perdagangan dan rantai pasok. Dialog dan komunikasi terbuka harus dikedepankan untuk mengelola dan menyelesaikan ketegangan di kawasan.

“Saya menyambut baik KTT Trilateral bulan Mei lalu sebagai langkah penting menuju stabilitas dan perdamaian di kawasan,” lanjut Wapres.

Sementara itu, Menko Airlangga saat mendampingi Wapres mencatat, banyak peluang yang bisa ditarik dari komitmen Presiden Korea tersebut bagi Indonesia. Selama ini, Indonesia menjadi tujuan investasi bagi Korea seperti pabrikasi mobil EV, penyediaan energi, industri kimia, dan ritel.

“Minat investasi yang besar dan komitmen Korea dalam KTT ASEAN harus bisa dimanfaatkan maksimal oleh Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN,” kata Airlangga.

Sebagai catatan, total perdagangan antara ASEAN dan Korea Selatan mencapai 187 miliar Dolar AS di tahun 2023, dengan investasi ke kawasan yang meningkat sebesar 2,5 (year-on-year).

Kedua belah pihak tengah menjajaki kemungkinan untuk melakukan peningkatan kerjasama ASEAN-Korea FTA di waktu mendatang, agar AK FTA ini dapat mencakup area ekonomi digital dan isu-isu baru perdagangan lainnya yang dirasa perlu.

KTT tersebut dihadiri oleh para Pemimpin Negara-negara ASEAN (kecuali Myanmar yang diwakili oleh perwakilan non-politik), dan Presiden Republik Korea Selatan Yoon SukYeol.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya