Berita

Penjaga keamanan Taliban saat mengamankan proyek pertambangan tembaga Mes Aynak/AFP

Bisnis

Perusahaan China Gelontorkan Rp78 Triliun untuk Investasi Tambang Tembaga di Afghanistan

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 18:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan China bakal menggelontorkan dana lebih dari 5 miliar Dolar AS (Rp78,39 triliun) untuk investasi proyek pengembangan deposit bijih tembaga Mes Aynak di Provinsi Logar, Afghanistan.

Kabar tersebut diungkapkan media Afghanistan yang mengutip presiden perusahaan China MCC-JCL Aynak Minerals Co Ltd (MJAM), Song Wen Bing.

Mes Aynak sendiri merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di Afghanistan dan juga dunia. Perkiraan cadangannya mencapai 690 juta ton bijih dengan kadar 1,65 persen tembaga.


Menurut surat kabar Anis di Afghanistan, Song menyatakan kesiapan perusahaan-perusahaan di Tiongkok untuk mempercepat operasi penambangan di Mes Aynak setelah pembangunan jalan akses di daerah tersebut selesai. 

"Perusahaan-perusahaan China bakal menggelontorkan lebih dari 5 miliar (Rp78,39 triliun) untuk mewujudkan hal itu," tulis surat kabar tersebut setelah Song bertemu Wakil Perdana Menteri Afghanistan untuk Urusan Politik, Abdul Kabir, di Kabul, Rabu 9 Oktober 2024.

Menurut keterangan Song, semua peralatan yang dibutuhkan untuk penambangan di Mes Ayna akan diimpor dari China pada 2025. Nantinya, sebanyak 3.000 pekerja Afghanistan juga akan dipekerjakan untuk proyek tersebut. Selain itu, dia juga berjanji, para penambang Afghanistan akan dikirim untuk mengikuti pelatihan di China.

Dalam pertemuan tersebut, Kabir memuji kerja sama yang saling menguntungkan antara Beijing dan Kabul di berbagai sektor ekonomi. Dia pun menegaskan kembali komitmen Kabul terhadap proyek tersebut.

Kabir menekankan perlunya memulai operasi penambangan sesegera mungkin. Menurut dia, otoritas yang berwenang di Afghanistan akan membantu perusahaan China dalam menyelesaikan masalah apa pun yang mungkin timbul dalam proyek tersebut.

MJAM sendiri adalah anak perusahaan Metallurgical Corporation of China (MCC) yang dibentuk khusus untuk proyek tambang tembaga Mes Aynak, yang  memenangkan kontrak untuk mengembangkan Tambang Tembaga Aynak pada 2008. Lokasi tersebut diyakini menyimpang cadangan tembaga terbesar kedua di dunia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya