Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Anggaran Makan Bergizi Gratis Berpotensi Naik

Laporan: Sarah Alifia Suryadi
KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 15:54 WIB

Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berpotensi meningkat dari alokasi awal sebesar Rp71 triliun. 

Drajad Wibowo, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, mengungkapkan bahwa masih ada ruang untuk penyesuaian pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) di tahun 2025. 

"Pak Prabowo diberi kebebasan untuk melakukan penyesuaian APBNP. Setelah postur anggaran diketahui lebih rinci, di tahun 2025 kami akan lakukan perubahan," ujarnya, Rabu, 9 Oktober 2024 usai acara Indonesia Future Policy Dialogue di Jakarta. 


Pernyataan ini merupakan respons terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun per hari untuk menjalankan Program MBG. Dari jumlah tersebut, 75 persen atau sekitar Rp800 miliar akan digunakan untuk mendanai program prioritas ini. 

“Kami ikut angkanya Pak Prof Dadan dulu. Kami ikut angkanya, tapi nanti 2025 itu pasti akan ada perubahan-perubahan lagi. Disesuaikan dengan situasi yang ada di 2025,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Drajad menegaskan bahwa pemerintah perlu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-5,9 persen tahun depan agar mendekati target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Prabowo. Namun, dengan alokasi anggaran sebesar Rp3.613 triliun dalam APBN 2025, Drajad menyebut masih ada kekurangan sekitar Rp300 triliun guna mencapai target tersebut. Apalagi, pelaksanaan MGB direncanakan 2 kali dalam sehari.

Sebelumnya, pemerintah sudah menetapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis, yang diharapkan dapat menjangkau sekitar 15 juta masyarakat selama lima tahun dengan total estimasi anggaran mencapai Rp460 triliun.

Penulis adalah Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang sedang magang di RMOL.id

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya