Berita

Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk/PSSI

Sepak Bola

Calvin Verdonk Ajak Garuda Bermain Agresif

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 12:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski bermain di kandang lawan, Tim Garuda harus berani bermain agresif saat melawan Bahrain pada Kamis malam nanti, 10 Oktober 2024. Ditambahkan kekompakan tim yang kuat, Indonesia diyakini bisa meraih hasil positif pada matchday 3 putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Menurut pemain belakang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, agresivitas menjadi salah satu kunci bagi Garuda dalam menghadapi Bahrain di Stadion Nasional Bahrain nanti malam. 

Kunci kedua yang tak kalah penting adalah permainan kolektif yang terjaga sepanjang pertandingan.


“Saya rasa kita harus bermain kompak secara tim dan kita harus tampil agresif karena mereka memiliki beberapa pemain berkualitas. Jadi kekompakan dan agresivitas adalah hal yang penting di pertandingan besok (hari ini, red),” ucap Verdonk dalam sesi konferensi pers jelang laga, Rabu, 9 Oktober 2024.

Pemain asal klub NEC Nijmegen itu menambahkan, dua hasil positif di dua pertandingan terakhir adalah kerja keras tim. Menjadi bukti bahwa permainan tim Garuda terus berkembang. 

Verdonk pun yakin performa Garuda akan terus meningkat seiring kehadiran para pemain berkualitas. 

Sehingga dia berharap melawan Bahrain nanti, Garuda mampu meraih hasil maksimal untuk menduduki peringkat yang lebih baik di klasemen Grup C.

“Indonesia belum terkalahkan di dua pertandingan terakhir bukan karena saya, tetapi sepakbola Indonesia memang sedang bertumbuh. Kita memiliki tim yang bagus dengan kualitas yang memadai. Jadi itu adalah alasan kenapa kita tidak terkalahkan di dua pertandingan terakhir,” tegasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya